Berbagai perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) kerap dicatut dalam beragam modus penipuan yang belakangan semakin marak di tengah masyarakat. Modus tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga dapat mengarah pada pencurian data pribadi korban.
Pelaku biasanya memanfaatkan popularitas serta tingkat kepercayaan publik terhadap institusi BUMN. Sasaran yang dibidik beragam, mulai dari masyarakat umum hingga nasabah perbankan, dengan umpan seperti pembagian hadiah, bantuan sosial, maupun program tertentu yang dikemas seolah-olah resmi.
Penyebaran informasi palsu ini umumnya dilakukan melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Dalam banyak kasus, unggahan disertai tautan yang mengarahkan pengguna ke halaman tertentu dan meminta pengisian data pribadi.
Berikut sejumlah contoh klaim yang beredar dan mencatut nama BUMN.
Klaim token listrik gratis dari PLN
Salah satu klaim yang beredar di Facebook pada 19 Februari 2026 menyebut adanya pendaftaran program “PLN bagi-bagi token listrik gratis tahun 2026 dalam rangka memasuki bulan Ramadan”. Unggahan itu mengajak masyarakat segera mendaftar melalui tautan tertentu, disertai janji token listrik gratis senilai Rp250.000 tanpa dipungut biaya.
Tautan yang dibagikan mengarah ke halaman situs yang meminta pengguna memasukkan sejumlah data pribadi.
Klaim pendaftaran pembagian sembako Ramadan dari Pertamina
Klaim lain yang juga muncul di Facebook pada 17 Februari 2026 menyebut adanya program “Pembagian Sembako Ramadhan 1447 H PT Pertamina (Persero)” yang diklaim mencakup seluruh Indonesia. Dalam narasi unggahan, masyarakat diminta mengisi data diri dan memasukkan nomor Telegram, dengan keterangan bahwa pendaftar akan diundang ke grup untuk memperoleh informasi lebih detail.
Pada unggahan tersebut terdapat menu pendaftaran yang mengarah ke tautan tertentu. Tautan itu membuka halaman berisi formulir digital yang meminta identitas pribadi, seperti nama dan alamat lengkap, serta nomor Telegram.
Klaim festival berhadiah untuk nasabah BRI
Modus serupa juga mencatut nama bank pelat merah. Pada 8 Februari 2026, beredar klaim di Facebook mengenai “festival berhadiah awal tahun 2026” yang disebut khusus untuk nasabah Bank BRI pengguna aplikasi BRImo. Narasi unggahan menyatakan pendaftaran gratis dan mencantumkan daftar hadiah, seperti mobil, ponsel, emas, paket wisata, hingga umrah.
Unggahan tersebut menyertakan menu pendaftaran yang mengarah ke tautan tertentu. Tautan itu membuka halaman dengan tampilan formulir digital yang meminta data seperti nama lengkap dan nomor telepon.
Rangkaian klaim tersebut menunjukkan pola yang serupa: memakai nama BUMN untuk menarik perhatian, menyebarkannya lewat media sosial, lalu mengarahkan calon korban ke tautan yang meminta data pribadi. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap informasi yang menjanjikan hadiah atau bantuan dan meminta pengisian identitas melalui tautan yang beredar di platform digital.

