Laporan Dugaan Tawuran di Pringsewu Ternyata Lomba Lari, Polisi Tetap Beri Imbauan

Laporan Dugaan Tawuran di Pringsewu Ternyata Lomba Lari, Polisi Tetap Beri Imbauan

PRINGSEWU — Laporan warga mengenai dugaan tawuran yang melibatkan ratusan pemuda di Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, sempat memicu respons cepat kepolisian. Namun setelah dilakukan pengecekan di lapangan, kegiatan yang dilaporkan tersebut dipastikan bukan tawuran, melainkan lomba lari.

Peristiwa bermula ketika layanan call center 110 Polres Pringsewu menerima laporan warga pada pukul 23.30 WIB. Pelapor mengaku resah setelah melihat ratusan pemuda berkumpul di jalan penghubung antara Pekon Tulung Agung dan Pekon Tegalsari, yang dikhawatirkan akan berujung pada aksi tawuran.

Menindaklanjuti laporan itu, tim PAMAPTA 1 yang dipimpin Ipda Dony Akhmad Priadi bersama personel piket fungsi Samapta, Reskrim, dan Propam segera mendatangi lokasi untuk memastikan situasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menuju TKP untuk memastikan situasi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Ipda Dony dalam keterangannya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati situasi sudah kondusif. Kelompok pemuda yang sebelumnya dilaporkan berkumpul telah lebih dulu dibubarkan oleh petugas Bhabinkamtibmas dan warga yang datang lebih awal.

Dari hasil penelusuran, polisi memastikan aktivitas tersebut merupakan lomba lari yang diikuti sejumlah pemuda dari beberapa wilayah sekitar. Meski tidak ditemukan indikasi tawuran, kepolisian tetap mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar kegiatan positif dilakukan dengan memperhatikan waktu dan lokasi serta berkoordinasi agar tidak menimbulkan keresahan.

“Kami mendukung kegiatan positif generasi muda. Namun, hendaknya dilakukan dengan koordinasi dan mempertimbangkan situasi lingkungan agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” tegas Ipda Dony.

Polisi juga mengapresiasi warga yang cepat melaporkan potensi gangguan keamanan melalui layanan 110 sehingga dapat segera direspons. Kepolisian turut mengingatkan agar layanan 110 digunakan secara bijak dan tidak untuk main-main karena data serta lokasi penelepon terekam otomatis oleh aplikasi.