Sebuah unggahan Facebook yang beredar sejak 24 Februari 2026 mengklaim adanya tautan pendaftaran bantuan sosial (bansos) Ramadan 2026. Dalam narasinya, unggahan itu menyebut pemerintah menggulirkan bansos dengan total anggaran puluhan triliun rupiah untuk menjaga daya beli masyarakat selama bulan puasa dan menjelang Lebaran.
Unggahan tersebut juga menyatakan sebanyak 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima bantuan pangan tambahan berupa beras dan minyak goreng. Selain itu, disebutkan 18 juta KPM tetap mendapatkan pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) reguler yang disebut sebagai “THR” dari negara.
Dalam unggahan itu turut disertakan poster yang menampilkan nominal bantuan mulai dari Rp400 ribu hingga Rp4,5 juta, disertai ajakan “Silakan Daftar Sekarang!!!”. Pada bagian bawah poster, tercantum tautan https://pencairan.bantuanbansospkh.com yang diklaim sebagai akses pendaftaran.
Namun, saat tautan tersebut diakses, pengguna diarahkan ke sebuah formulir digital yang meminta data pribadi, antara lain nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram. Munculnya permintaan data pribadi melalui formulir ini memunculkan pertanyaan apakah tautan tersebut merupakan kanal resmi pendaftaran bansos Ramadan 2026.
Hingga informasi ini ditulis berdasarkan data yang tersedia, klaim “link pendaftaran bansos Ramadan 2026” yang beredar itu belum disertai keterangan resmi yang dapat memastikan bahwa tautan tersebut merupakan kanal pendaftaran pemerintah. Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap tautan yang meminta data pribadi.

