Ajang ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 yang digelar Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama Kejaksaan Republik Indonesia di Jakarta menampilkan pendekatan baru dalam edukasi publik mengenai tata kelola desa. Selain memberi penghargaan atas praktik pemerintahan desa, kegiatan ini juga menghadirkan lomba film pendek sebagai salah satu kategori yang menonjol.
Dalam penyelenggaraan awarding event tersebut, ABPEDNAS turut menggandeng PT Navaswara Bhuwana Kencana. Karya-karya film dari desa-desa berbagai daerah mengangkat tema transparansi, akuntabilitas, hingga pencegahan korupsi dalam pengelolaan dana desa.
Dari sejumlah karya yang masuk, film Jaga Cowong dari Desa Karangmangu, Cilacap, keluar sebagai juara umum sekaligus meraih penghargaan sutradara terbaik. Film Skakmat dari Kulon Progo dinobatkan sebagai peraih tema terbaik. Sementara itu, karya dari Lombok Tengah memperoleh penghargaan dampak sosial terbaik karena mengangkat praktik musyawarah desa yang transparan.
Ketua Umum ABPEDNAS Indra Utama menilai film pendek dapat menjadi cara efektif untuk menyampaikan pesan tata kelola desa kepada masyarakat. “Kami tidak hanya menjadi saluran aspirasi masyarakat desa, tetapi juga menjaga denyut demokrasi lokal serta memastikan setiap kebijakan desa benar-benar berpihak pada kepentingan warganya,” ujarnya.
Program ini terhubung dengan inisiatif Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang digagas Reda Manthovani. Ia menyampaikan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan melalui sistem, tetapi juga lewat pendekatan edukatif yang mudah dipahami masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dana desa benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa menimbulkan persoalan hukum,” katanya.
Melalui medium film pendek, pesan mengenai transparansi dan pencegahan penyimpangan disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga desa, mulai dari proses musyawarah, pengambilan keputusan, hingga potensi penyimpangan yang bisa terjadi.

