Masa depan ekonomi Asia Tenggara dinilai memiliki keterkaitan erat dengan terjaganya harmoni antarumat beragama. Pandangan ini disampaikan Noorhaidi Hasan, Rektor sekaligus profesor studi Islam dan politik di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia.
Menurut Noorhaidi, stabilitas sosial yang ditopang oleh hubungan antaragama yang rukun menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pembangunan dan aktivitas ekonomi di kawasan. Dalam konteks Asia Tenggara yang beragam secara agama dan budaya, harmoni dipandang berperan dalam menjaga iklim yang kondusif bagi masyarakat dan dunia usaha.
Ia menekankan bahwa upaya menjaga kerukunan beragama tidak dapat dipisahkan dari agenda yang lebih luas terkait ketahanan sosial dan kemajuan ekonomi di kawasan.

