Sebuah unggahan di media sosial yang beredar pada 6 Maret 2026 menarasikan bahwa Iran menggunakan lukisan berbentuk jet tempur di landasan udara untuk mengelabui serangan Amerika Serikat dan Israel. Narasi itu muncul sekitar sepekan setelah perang berlangsung antara Iran melawan AS-Israel.
Unggahan tersebut disertai foto yang menampilkan bayangan menyerupai pesawat tempur di permukaan landasan. Pada gambar itu juga terlihat lubang yang diklaim sebagai bekas serangan rudal, seolah menunjukkan sasaran yang ditembak adalah “jet palsu” hasil lukisan.
Kabar mengenai penggunaan teknik manipulasi untuk mengecoh serangan udara AS dan Israel memang ramai beredar di jagat maya. Namun, hingga kini belum ada bukti mengenai bagaimana Iran mengaplikasikan teknik tersebut.
Adapun narasi dalam unggahan yang beredar dipastikan keliru. Foto yang digunakan terdeteksi sebagai konten berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Hasil uji menggunakan Hive Moderation menunjukkan probabilitas 99,8 persen bahwa foto tersebut merupakan AI generatif. Sementara itu, Truth Scan mendeteksi foto itu sebagai AI generatif dengan tingkat 91 persen.
Dengan temuan tersebut, foto yang menyertai unggahan dinilai merupakan hasil manipulasi berbasis AI, sehingga tidak dapat dijadikan bukti bahwa Iran melukis jet tempur di landasan untuk mengelabui serangan AS-Israel.

