Pada 15 Maret 2026, para pemilih di seluruh Vietnam dijadwalkan mengikuti pemilihan anggota Majelis Nasional ke-16 serta perwakilan Dewan Rakyat di semua tingkatan untuk masa jabatan 2026–2031.
Pemilihan ini disebut bukan sekadar agenda politik berskala besar, melainkan juga dipandang sebagai “festival nasional” yang memberi kesempatan kepada warga untuk menggunakan hak mengatur diri sendiri melalui pemungutan suara. Dalam proses tersebut, pemilih memilih dan mengangkat wakil rakyat yang dinilai mencerminkan kehendak dan aspirasi masyarakat.
Majelis Nasional dan Dewan Rakyat di berbagai tingkatan diposisikan sebagai organ kekuasaan negara tertinggi di tingkat pusat dan daerah. Melalui partisipasi dalam lembaga-lembaga ini, warga disebut turut berkontribusi pada pembangunan dan penyempurnaan negara sosialis berdasarkan hukum—sebuah negara “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”—di bawah kepemimpinan Partai Komunis Vietnam.
VietnamPlus, melalui podcastnya, mengajak publik menelaah makna hak memilih dan hak mencalonkan diri dalam pemilihan. Kedua hak tersebut disebut sebagai hak politik mendasar dan “sakral” yang diabadikan dalam Konstitusi.

