Pemkab Berau Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat pada Rakerwil Lazismu Kaltim 2026

Pemkab Berau Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat pada Rakerwil Lazismu Kaltim 2026

Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Penekanan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, yang mewakili bupati, saat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Kalimantan Timur 2026 di Hotel SM Tower, Tanjung Redeb, Sabtu (18/04/2026) malam.

Menurut Said, peran Lazismu dinilai strategis dalam mendukung pembangunan sosial. Ia menekankan bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah perlu dilakukan secara profesional agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Mengelola zakat, infak dan sedekah harus secara profesional agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Said.

Ia menilai, sistem manajemen yang transparan dan akuntabel akan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus membantu memastikan program berjalan lebih tepat sasaran. Said juga menyebut rakerwil dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan menyusun langkah-langkah baru yang lebih inovatif.

“Sehingga rakerwil menjadi momentum evaluasi sekaligus penyusunan langkah baru yang lebih inovatif,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Lazismu Kaltim, Rusfauzi Hamdi, menyoroti pentingnya menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menyebut kolaborasi yang kuat diperlukan agar program kebaikan dapat berjalan lebih terarah dan berdampak luas.

“Amanah adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Dengan kolaborasi yang kuat, program kebaikan bisa berjalan lebih terarah dan berdampak luas,” ucapnya.

Rusfauzi menambahkan, forum rakerwil juga menjadi ruang konsolidasi serta penguatan sinergi antar Lazismu dan Muhammadiyah di berbagai tingkatan. Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan PWM dan PDM untuk mendukung gerakan dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

“Koordinasi dengan PWM dan PDM sangat penting untuk mendukung gerakan dakwah dan pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.

Di akhir kegiatan, panitia menyerahkan penghargaan kepada Lazismu kabupaten/kota. Selain itu, dilakukan penyerahan simbolis donasi untuk Palestina dari Lazismu Kutai Timur sebesar Rp30.861.700 kepada Lazismu Kalimantan Timur.