Pemerintah Kota Batu menegaskan digitalisasi tidak hanya mengikuti tren, melainkan menjadi instrumen penting untuk mendorong pemerintahan yang bersih dan transparan, sekaligus mempermudah akses layanan publik bagi warga.
Wali Kota Batu Nurochman menyatakan digitalisasi menjadi kunci transparansi dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Ia juga menekankan manfaat ekonomi digital perlu dirasakan secara merata oleh masyarakat, tidak terbatas di pusat kota atau sektor tertentu.
“Manfaat digitalisasi tidak hanya diterapkan di pusat kota atau hotel berbintang, tapi juga harus sampai ke pedagang sayur dan UMKM di desa-desa,” ujar Nurochman saat dikonfirmasi, Minggu (19/4).
Menurutnya, tantangan terbesar dalam digitalisasi terletak pada edukasi dan perubahan kebiasaan masyarakat. Pemkot Batu, kata dia, telah memulai penguatan digitalisasi dari bidang finansial atau keuangan dan mencatat capaian indeks 99,3 persen.
Meski indeks tersebut mendekati angka sempurna, Nurochman menilai pekerjaan utama tetap berada pada adaptasi di lapangan. Ia mencontohkan temuannya saat meninjau penggunaan QRIS di Pasar Induk Among Tani. Dalam kunjungan itu, ia mendapati seorang pedagang menyembunyikan barcode QRIS di bawah meja.
Saat berdialog, pedagang tersebut mengaku menyembunyikan barcode karena rekening yang terhubung dengan QRIS tersambung ke rekening istrinya. Temuan itu, menurut Nurochman, menunjukkan digitalisasi tidak cukup berhenti pada penyediaan infrastruktur aplikasi.
“Tetapi digitalisasi juga soal adaptasi kebiasaan dan edukasi yang harus masuk ke celah-celah personal seperti pedagang pasar,” kata Nurochman yang akrab disapa Cak Nur.
Dengan capaian indeks digitalisasi 99,3 persen, Pemkot Batu berencana memperluas jangkauan digitalisasi hingga ke pelosok permukiman dan perumahan baru. Upaya tersebut ditujukan agar pelayanan publik yang cepat dan mudah dapat diakses tidak hanya oleh warga perkotaan, tetapi juga masyarakat di wilayah pinggiran.
Dalam pemberitaan ini disebutkan, indeks digitalisasi 99,3 persen merupakan penilaian yang diberikan Bank Indonesia Malang pada ajang Championship TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) tahun 2026.

