Pengamat politik Hensat menilai forum wawancara Presiden dengan para jurnalis dapat menjadi ruang bagi kepala negara untuk mendengar langsung pertanyaan yang pada dasarnya mewakili suara masyarakat.
“Bagus juga wawancara dengan para jurnalis itu. Presiden kan akhirnya bisa mendengarkan pertanyaan dari rakyat yang diwakili dari yang dia undang,” ujar Hensat, sapaan akrabnya, kepada RMOL, Minggu, 22 Maret 2026.
Ia menambahkan, apabila dalam momen tersebut terlihat gestur Presiden yang kurang nyaman, hal itu dinilai wajar mengingat isu yang dibahas merupakan persoalan penting dan tengah menjadi perhatian publik.
“Kalau kemudian terlihat gestur nggak nyaman ya wajar saja,” katanya.
Selain itu, Hensat juga menyoroti pentingnya kejelasan tujuan dari forum tersebut. Menurutnya, perlu dipastikan apakah kegiatan itu semata untuk menyerap aspirasi publik atau justru menjadi ajang menyampaikan program pemerintah kepada pihak yang diundang.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa terlepas dari dinamika yang muncul, inisiatif tersebut tetap memiliki nilai positif dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Jadi kembali ke tujuan awalnya, Presiden mengundang untuk mendengar masukan dari rakyat atau dia ingin yang diundang mendengar program dia saja. Tapi apa pun itu menurut saya itu tujuan positif. Bagus,” tandasnya.

