Polresta Banyumas Kawal Seleksi Paskibraka 2026, Tekankan Transparansi dan Kanal Pengaduan

Polresta Banyumas Kawal Seleksi Paskibraka 2026, Tekankan Transparansi dan Kanal Pengaduan

Menjelang pelaksanaan upacara kemerdekaan, rekrutmen calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Banyumas tahun 2026 mulai dipersiapkan. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas menyatakan komitmennya untuk mengawal proses seleksi agar berjalan bersih, akuntabel, dan transparan, dengan harapan melahirkan putra-putri terbaik daerah.

Banit Provos Propam Polresta Banyumas sekaligus instruktur Paskibraka Banyumas, Aiptu Raden Sutrisno Wibowo, mengatakan keterlibatan Polri merupakan bagian dari sinergi bersama TNI dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangkesbangpol). Menurutnya, seleksi Paskibraka adalah amanah negara yang harus dijaga kredibilitasnya agar mampu menghasilkan kader yang bisa bersaing hingga tingkat nasional.

Wibowo menyebut capaian pada tahun 2025 menjadi pijakan untuk meningkatkan hasil pada 2026. Ia menargetkan prestasi Banyumas dapat lebih baik dan kembali membawa nama daerah ke level nasional. Pernyataan itu disampaikan saat wawancara dengan RRI Purwokerto pada Jumat (17/4/2026).

Untuk memperkuat transparansi, seleksi tahun ini didukung sistem pendaftaran daring yang telah dimulai sejak Februari. Informasi tahapan seleksi juga disebarkan melalui media sosial agar masyarakat dan calon peserta dapat memantau proses, mulai dari parade, tes jasmani, hingga peraturan baris-berbaris (PBB).

Langkah tersebut, menurut Wibowo, ditujukan untuk meminimalkan celah kecurangan dalam rekrutmen tingkat SMA sederajat. Ia menegaskan peran Polri tidak hanya pada aspek teknis kepelatihan, tetapi juga pengawasan integritas selama seleksi berlangsung.

Wibowo menambahkan, fungsi Propam melekat di setiap tahapan untuk memastikan panitia bekerja sesuai aturan. Ia menyatakan pihaknya telah memberikan arahan kepada anggota Polri yang mendampingi seleksi agar bekerja secara bersih, serta menjamin setiap peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa praktik titipan maupun kecurangan.

Selain pengawasan internal, Polresta Banyumas menyediakan kanal pengaduan masyarakat melalui Barcode Propam Polri yang disebarkan di sejumlah titik strategis. Masyarakat dapat melapor jika menemukan ketidakprofesionalan petugas atau indikasi pelanggaran selama seleksi, dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor.

Di akhir, Wibowo berharap seleksi yang jujur dapat memotivasi para siswa sekaligus mencetak generasi muda yang tangguh dan berintegritas. Ia menilai para anggota Paskibraka memegang peran penting bagi masa depan bangsa, terutama dalam menyongsong visi Indonesia Emas.