Sejumlah hoaks menyasar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan beredar di media sosial dengan beragam tema. Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan setidaknya tiga unggahan yang menampilkan tangkapan layar artikel dan narasi tertentu, lalu mempertanyakan kebenarannya.
Berikut rangkuman tiga hoaks yang disebut beredar beserta bentuk klaim yang muncul dalam unggahan tersebut.
1. Klaim artikel Habib Luthfi menginstruksikan pendukungnya mendukung PSI
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan berupa tangkapan layar artikel yang mengatasnamakan Antara. Unggahan itu disebut beredar sejak akhir pekan lalu.
Salah satu akun di Facebook mengunggahnya pada 8 Februari 2026. Dalam unggahan tersebut, tercantum judul: “Habib Lutfy Memberi Intruksi Kepada Seluruh Pendukung Nya Untuk Mendukung PSI, Karna Partai PSI yg Sama sama Tujuannya Dari Dahulu. Orang Yaman Dekat Dengan Partai PSI”.
Unggahan itu kemudian dipertanyakan kebenarannya, yakni apakah benar ada artikel yang menyebut Habib Luthfi menginstruksikan seluruh pendukungnya untuk mendukung PSI.
2. Klaim artikel Ketua BEM SI membuat pernyataan menolak PSI dan Jokowi di daerah masing-masing
Hoaks lain yang ditemukan adalah unggahan yang menampilkan tangkapan layar artikel dengan klaim Ketua BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) membuat pernyataan untuk menolak PSI dan Jokowi di daerah masing-masing. Unggahan ini disebut beredar sejak awal pekan.
Salah satu akun di Facebook mengunggahnya pada 3 Februari 2026. Tangkapan layar yang dibagikan mencantumkan judul dari Kilas Jatim: “Ketua BEM Seluruh Indonesia Membuat Pernyataan Untuk Menolak Partai PSI Dan Jokowi Di Daerah Propinsi Masing Masing”.
Akun tersebut juga menambahkan narasi: “Wilayah² lain sudah tidak mau lagi jadi pion²nya Raja Jawa dan partai PSI, hanya kami orang NTT saja yang selalu mendambakan raja Jawa ini”.
Unggahan itu dipertanyakan kebenarannya, yakni apakah benar ada artikel yang menyebut Ketua BEM SI membuat pernyataan menolak PSI dan Jokowi di daerah masing-masing.
3. Klaim artikel M Qodari memastikan suara PSI mencapai 49 persen pada 2029
Tim Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan unggahan lain yang mengklaim Kepala Staf Kepresidenan M Qodari memastikan suara PSI pada 2029 mencapai 49 persen. Unggahan tersebut disebut beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun di Facebook mengunggahnya pada 20 Februari 2026. Dalam unggahannya, disebut ada tangkapan layar artikel berjudul, namun judul artikel tersebut tidak dicantumkan dalam data yang tersedia.
Klaim dalam unggahan itu dipertanyakan kebenarannya, yakni apakah benar ada pernyataan M Qodari yang memastikan suara PSI mencapai 49 persen pada 2029.
Rangkaian unggahan tersebut menunjukkan hoaks dapat menyasar partai politik mana pun dan memanfaatkan tangkapan layar seolah-olah berasal dari media tertentu. Tim Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim-klaim tersebut melalui artikel pemeriksaan fakta masing-masing.

