Sebuah video yang beredar di Facebook dan YouTube mengklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump memohon perdamaian karena militer AS dan Israel disebut tidak lagi sanggup berperang. Video berdurasi sekitar delapan menit yang beredar sejak 26 Maret 2026 itu juga menyebut rudal Iran telah menghancurkan Kota Haifa dan Tel Aviv di Israel dalam konflik yang diklaim meletus sejak akhir Februari.
Konten tersebut telah memperoleh lebih dari 109 ribu tanda suka dan dibagikan lebih dari 3.500 kali. Namun, hasil pemeriksaan fakta menyimpulkan klaim itu keliru.
Verifikasi dilakukan melalui pencarian gambar terbalik dan penelusuran sumber-sumber kredibel. Hasilnya, video yang beredar bukan rekaman pernyataan tunggal Trump terkait permintaan damai, melainkan kompilasi dari sejumlah peristiwa berbeda yang tidak saling berkaitan. Dalam penelusuran itu juga tidak ditemukan bukti bahwa Trump pernah meminta perang berakhir, meski disebut sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.
Pada delapan detik pertama, video menampilkan Trump dalam sebuah konferensi pers. Merujuk kanal YouTube Gedung Putih, cuplikan tersebut sebenarnya berasal dari acara pelantikan Markwayne Mullin sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri pada 25 Maret 2026.
Adegan lain yang memperlihatkan Trump menundukkan kepala berasal dari doa bersama di KTT Latino di Florida pada 22 Oktober 2024. Dalam peristiwa itu, sejumlah tokoh Evangelist mendoakan Trump untuk meredam potensi kerusuhan pascapemilihan presiden.
Cuplikan apartemen yang tampak hancur identik dengan laporan France24 yang merekam dampak serangan rudal Iran ke Kota Arad, Israel Selatan, pada 22 Maret 2026. Laporan tersebut menyebut sedikitnya 100 orang terluka.
Sementara itu, rekaman kebakaran di pinggir jalan raya pada detik ke-45 tidak terkait serangan rudal. Penelusuran Snopes menyatakan peristiwa itu merupakan kebakaran besar di pasar Ajman, Uni Emirat Arab, pada 5 Agustus 2020.
Insiden ledakan di dekat menara pemancar pada menit ke-01:07 juga tidak terjadi di Israel. Laporan Washington Post mengonfirmasi kejadian itu berlokasi di Bahrain pada akhir Februari 2026 akibat hantaman pesawat nirawak.
Adapun klip terakhir yang memperlihatkan sejumlah kapal laut bersumber dari video aerial formasi kapal Angkatan Laut AS yang diunggah kanal YouTube resmi US Navy. Rekaman itu diambil saat latihan militer dua tahunan di Laut Filipina pada 12 Juni 2022.
Penelusuran lebih lanjut juga memastikan tidak ada pernyataan damai dari Amerika Serikat, Israel, maupun Iran sebagaimana diklaim dalam video. Pada 12 April 2026, Trump justru disebut mengancam akan mengerahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz. Ia juga menyatakan akan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang membayar bea masuk kepada Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social, beberapa jam setelah pembicaraan perdamaian AS-Iran berakhir tanpa kesepakatan, seperti dilaporkan Bangkok Post. Trump menyebut pertemuan itu “berjalan dengan baik” dan “sebagian besar poin disepakati”, namun ia menambahkan bahwa kedua pihak belum mencapai kata sepakat mengenai program nuklir Iran.
Dengan demikian, klaim bahwa Trump meminta perdamaian kepada Iran karena Haifa dan Tel Aviv dihancurkan rudal Iran tidak didukung bukti dan dinyatakan keliru berdasarkan hasil verifikasi.

