Aria Bima Tegaskan FX Rudy Masih Kader Aktif PDIP dan Berpengaruh di Internal Partai Solo

Aria Bima Tegaskan FX Rudy Masih Kader Aktif PDIP dan Berpengaruh di Internal Partai Solo

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menegaskan FX Hadi Rudyatmo (FX Rudy) tetap merupakan kader aktif PDI Perjuangan dan masih memegang peran penting dalam dinamika internal partai. Penegasan itu disampaikan meski FX Rudy tidak lagi menduduki jabatan formal dalam struktur kepengurusan DPC PDI Perjuangan Solo.

Aria menyampaikan hal tersebut seusai pelantikan pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Solo di Panti Marhaen, Kota Semarang, Selasa (30/12/2025). Menurutnya, kontribusi FX Rudy tidak lagi semata diukur dari posisi struktural, melainkan dari semangat, dedikasi, dan keteladanan yang telah tertanam di berbagai tingkatan organisasi partai.

“Pak Rudy itu sudah tidak lagi sebagai satu hal yang butuh formalisme. Semangat, dedikasi, ketulusan, keikhlasan, pengorbanan Pak Rudy itu sudah menginstrumenisasi dari pengurus DPC, PAC, ranting, dan saya menyaksikan betul,” kata Aria.

Ia menilai figur FX Rudy telah mengakar kuat di seluruh lapisan struktur partai, mulai dari tingkat DPC, PAC, hingga ranting dan anak ranting. Aria mengatakan internalisasi nilai dan keteladanan FX Rudy masih terasa di tubuh PDI Perjuangan Kota Solo.

Aria juga mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi dengan FX Rudy serta mendengarkan masukan dari kader di tingkat PAC, ranting, dan anak ranting. Sebagai seorang yang berlatar belakang sosiologi, ia menilai proses internalisasi figur FX Rudy melekat pada personel kader di Kota Solo.

“Tadi malam saya sudah bicara dengan Pak Rudy. Saya dengarkan betul, dan saya juga mendengarkan kawan PAC, ranting, anak ranting, itu terinternalisasi. Saya orang sosiologi, bagaimana internalisasi figur (FX Rudy) itu melekat di dalam personel-personel kader di Kota Solo,” ujarnya.

Selain itu, Aria memastikan mesin partai di DPC PDI Perjuangan Kota Solo saat ini diperkuat kader-kader yang sebelumnya pernah dipercaya dan dibina langsung oleh FX Rudy. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal sosial dan politik bagi keberlanjutan organisasi partai di wilayah tersebut.

“Sumber daya utama yang saat ini ada di pengurus di DPC juga orang-orang yang dulu pernah dipercaya oleh Pak Rudy. Jadi melihat Pak Rudy pada tataran yang tidak lagi pada jabatan formal, tapi sebagai inspirasi DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta saat ini dan ke depan,” tegas Aria.

Dalam kesempatan itu, Aria juga membenarkan dirinya sempat meminta skors sidang formatur pada Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang digelar di Hotel Patra Semarang, Minggu (28/12/2025). Permintaan skors tersebut menyebabkan DPC PDI Perjuangan Kota Solo belum menyerahkan susunan kepengurusan baru dalam forum itu, berbeda dengan 35 DPC lainnya se-Jawa Tengah.

Aria menegaskan langkah tersebut tidak semata terkait FX Rudy, melainkan untuk memberi ruang konsultasi dengan berbagai tokoh senior di Solo. Ia menyebut kebutuhan waktu itu merupakan permintaan formatur agar penyusunan kepengurusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

“Tidak hanya dengan Pak Rudy, dengan tokoh-tokoh senior di Solo juga. Jadi tidak ada hal yang terkait dengan subjektif Pak Rudy. Kami membutuhkan konsultasi dengan berbagai senior Kota Solo yang ada. Maka saya butuh waktu. Itu betul-betul karena kami formatur yang minta, bukan siapa-siapa,” kata Aria.

Ia menambahkan, konsultasi tersebut dilakukan demi memastikan kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Solo ke depan disusun secara matang dan inklusif, dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai tokoh senior partai untuk menjaga soliditas serta keberlanjutan kekuatan politik PDI Perjuangan di Kota Surakarta.