Sidoarjo – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menegaskan pentingnya kepastian infrastruktur dan pasokan energi bagi kawasan industri di Sidoarjo. Pernyataan itu disampaikannya saat kunjungan kerja ke Sidoarjo Rangkah Industrial Estate (SiRIE) di kawasan Lingkar Timur, Rabu (25/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bambang menyebut kawasan industri sebagai motor penggerak ekonomi yang perlu difasilitasi secara optimal. Ia menyampaikan bahwa SiRIE berkembang pesat dengan menarik lebih dari 150 industri besar dalam lima tahun terakhir.
Meski demikian, Bambang menyoroti kendala yang masih dihadapi, salah satunya belum tersedianya pasokan gas industri secara langsung. Menurutnya, kebutuhan energi merupakan faktor penting untuk menjaga daya saing industri.
Untuk menindaklanjuti hal itu, Bambang menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar jaringan pipa gas dari Perusahaan Gas Negara dapat segera masuk ke kawasan SiRIE.
Selain persoalan energi, ia juga menekankan pentingnya konsistensi tata ruang. Bambang mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih antara kawasan industri dan permukiman warga karena berpotensi memicu konflik sosial maupun persoalan lingkungan.
Ia mendorong pemerintah daerah memberikan kemudahan perizinan serta kepastian hukum bagi pelaku usaha. Dengan regulasi yang jelas dan dukungan infrastruktur yang memadai, kawasan industri dinilai dapat menjadi aset strategis bagi Sidoarjo.
Bambang juga menyampaikan Komisi VII DPR RI tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) kawasan industri. Ia mengatakan aspirasi yang diperoleh dari pengelola SiRIE akan diakomodasi dalam pembahasan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri nasional.
Direktur Utama SiRIE PT Bumi Kencana, Syah Ronald Sinatra, menyambut baik perhatian tersebut. Ia berharap dukungan DPR RI dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur di kawasan industri.
Sementara itu, Putranti Cahyaning Siwi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung investasi serta pengembangan industri kecil dan menengah melalui penyediaan fasilitas dan kemudahan usaha.

