Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa klaim yang menyebut lembaga tersebut memprediksi gempa megathrust akan terjadi di seluruh Indonesia pada 2026 adalah tidak benar.
Penegasan itu disampaikan BMKG melalui unggahan di akun Instagram resminya, @infobmkg. Dalam pernyataannya, BMKG menyebut informasi mengenai prediksi waktu pasti terjadinya gempa bumi tidak pernah dikeluarkan oleh pihaknya.
“Informasi tersebut tidak benar. BMKG tidak pernah menyampaikan prediksi waktu pasti terjadinya gempa bumi. Hingga saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi belum mampu memprediksi kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi secara tepat dan akurat,” tulis BMKG, dikutip Kamis (26/2/2026).
BMKG menyampaikan bahwa lembaga tersebut secara rutin melakukan pemantauan aktivitas seismik, kajian potensi sumber gempa, serta menyampaikan informasi resmi berbasis data.
BMKG juga menekankan pentingnya membedakan antara kajian potensi dan prediksi waktu kejadian. Menurut BMKG, kajian potensi gempa bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, bukan menimbulkan kepanikan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari kanal resmi. BMKG menyarankan publik memeriksa informasi melalui situs resmi www.bmkg.go.id dan media sosial resmi @infobmkg.

