Bupati Humbang Hasundutan Buka Musrenbang Sijamapolang, Tekankan Transparansi dan Prioritas Kebutuhan Warga

Bupati Humbang Hasundutan Buka Musrenbang Sijamapolang, Tekankan Transparansi dan Prioritas Kebutuhan Warga

Bupati Humbang Hasundutan Oloan P. Nababan menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sijamapolang yang digelar di Aula Kantor Camat Sijamapolang, Jumat (20/2). Forum ini menjadi bagian dari tahapan penyusunan rencana pembangunan daerah yang partisipatif, dengan penekanan pada prinsip transparansi serta orientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Oloan menegaskan Musrenbang bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang terbuka dan berpihak pada kebutuhan warga agar program pembangunan tepat sasaran.

Menurutnya, Musrenbang tingkat kecamatan merupakan tahapan krusial karena menjadi ruang konsolidasi usulan dari desa dan kelurahan sebelum dibahas lebih lanjut di tingkat kabupaten. Ia meminta setiap usulan disusun berdasarkan skala prioritas, urgensi, serta dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Transparansi dalam proses seleksi program juga ditekankan untuk mencegah tumpang tindih kegiatan dan memastikan efektivitas penggunaan anggaran.

Bupati juga menyoroti pentingnya akuntabilitas yang berjalan seiring dengan partisipasi. Artinya, masyarakat tidak hanya menyampaikan usulan, tetapi juga memahami mekanisme penentuan prioritas serta proses penganggaran. Pendekatan ini disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan responsif.

Dalam diskusi Musrenbang, sejumlah isu strategis menjadi perhatian, mulai dari infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan sektor pertanian yang dinilai sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat Sijamapolang. Oloan mengingatkan agar pembangunan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat, bukan semata-mata proyek fisik tanpa dampak jangka panjang.

Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, serta organisasi masyarakat untuk mengawal hasil Musrenbang agar masuk dan terealisasi dalam dokumen perencanaan daerah.

Selain pembahasan perencanaan pembangunan, kegiatan Musrenbang kali ini dirangkaikan dengan pemberian piagam penghargaan kepada sejumlah aparatur sipil negara (ASN) serta Ketua Yayasan Holong Ondolan Indonesia Emas dan Koordinator Wilayah BGN Humbang Hasundutan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi dalam mendukung program pembangunan daerah selama satu tahun kepemimpinan bupati.

Oloan menyebut ASN sebagai ujung tombak pelayanan publik. Ia menilai profesionalisme dan integritas aparatur menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan. Sementara penghargaan kepada unsur yayasan dan organisasi wilayah dipandang sebagai pengakuan atas kolaborasi pemerintah dengan masyarakat sipil dalam mendorong kemajuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, dalam kesempatan itu, kembali menegaskan komitmen pada reformasi birokrasi, transparansi anggaran, dan penguatan pelayanan publik. Musrenbang Kecamatan Sijamapolang disebut sebagai salah satu titik strategis untuk memastikan rencana pembangunan tahun mendatang selaras dengan kebutuhan lokal, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam perencanaan.

Transparansi dan partisipasi yang ditekankan dalam forum ini, menurut bupati, akan diuji pada tahap pelaksanaan. Realisasi program, ketepatan anggaran, serta dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi parameter yang akan menjadi perhatian publik.