Presiden Prabowo Subianto menyebut sebuah survei menunjukkan Indonesia menjadi negara dengan rakyat terbahagia di dunia. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat puncak peringatan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Survei yang dirujuk Prabowo adalah Global Flourishing Study (GFS), riset kolaboratif Harvard University, Baylor University, dan lembaga riset global Gallup. Studi yang dirilis pada 2025 ini memotret kondisi kesejahteraan masyarakat di berbagai negara.
GFS melibatkan 207.920 responden berusia 18 tahun ke atas di 22 negara serta satu teritori, yaitu Hong Kong. Survei ini diklaim mencakup 64 persen populasi dunia karena mengambil sampel dari negara berpenduduk besar seperti China, India, dan Indonesia.
Dalam pengukurannya, GFS menggunakan lima aspek untuk menilai kesejahteraan, yakni kebahagiaan dan kepuasan hidup, kesehatan mental dan fisik, makna dan tujuan, karakter dan kebajikan, serta kedekatan hubungan sosial. Indeks kesejahteraan dinilai pada skala 0 hingga 10, dengan 0 berarti tidak ada kesejahteraan dan 10 menunjukkan pencapaian yang komprehensif.
Berdasarkan gabungan lima aspek tersebut, Indonesia mencatat skor indeks kesejahteraan 8,47 dan menjadi yang tertinggi dibanding negara lain yang disurvei. Di bawah Indonesia, terdapat Meksiko dengan skor 8,19 dan Filipina 8,11. Sementara skor terendah tercatat di Jepang (5,93), Türkiye (6,59), dan Inggris (6,88).
Namun, jika dilihat per aspek, skor Indonesia pada kategori “kebahagiaan dan kepuasan hidup” justru bernilai minus. Adapun nilai Indonesia yang paling tinggi berada pada aspek “makna dan tujuan hidup”. Aspek “kedekatan hubungan sosial” serta “karakter dan kebajikan” juga menjadi komponen yang menonjol dalam penilaian GFS.
Perbandingan dengan survei lain menunjukkan hasil berbeda. Dalam World Happiness Report 2025, yang memeringkat 147 negara, Indonesia berada di posisi ke-83 dengan skor 5,617. Laporan ini menilai sejumlah komponen seperti produk domestik bruto per kapita, harapan hidup sehat, kebebasan mengambil keputusan hidup, kedermawanan, dan persepsi korupsi. Finlandia menempati peringkat pertama dengan skor 7,736.
Dengan demikian, klaim bahwa Indonesia menjadi negara dengan rakyat terbahagia di dunia bergantung pada survei dan indikator yang digunakan. GFS menempatkan Indonesia di posisi teratas untuk indeks kesejahteraan gabungan, tetapi temuan itu tidak otomatis berarti Indonesia menjadi yang paling bahagia menurut semua ukuran, terlebih karena aspek “kebahagiaan dan kepuasan hidup” dalam GFS tidak menjadi nilai unggulan Indonesia dan survei lain menempatkan Indonesia pada peringkat berbeda.

