Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seolah-olah memberikan bantuan pelunasan utang dan modal usaha pada Ramadhan 2026. Dalam narasi yang menyertai unggahan, bantuan tersebut diklaim bernilai Rp 40 juta, dengan syarat warganet diminta menyukai dan membagikan konten tersebut.
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan video itu merupakan konten manipulatif yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Sejumlah kejanggalan terlihat pada tayangan, salah satunya pada detik pertama ketika wajah Gibran tampak berubah secara tiba-tiba dan tidak konsisten dengan tampilan sebelumnya.
Untuk memeriksa keaslian video, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek konten tersebut menggunakan Hive Moderation, perangkat yang dapat mendeteksi video maupun suara yang dihasilkan oleh AI. Hasilnya, video itu terdeteksi sebagai AI generatif dengan probabilitas 80,4 persen. Sementara suara yang terdengar dalam video memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan oleh AI.
Selain itu, tidak ditemukan unggahan di media sosial pribadi Gibran yang memuat informasi mengenai program bantuan pelunasan utang dan modal usaha sebagaimana diklaim dalam video. Berdasarkan temuan tersebut, unggahan yang beredar dinilai mengarah pada upaya penipuan dengan memanfaatkan teknologi AI.
Dengan demikian, klaim bahwa Gibran memberikan bantuan pelunasan utang dan modal usaha saat Ramadhan 2026 merupakan informasi tidak benar. Video yang beredar teridentifikasi sebagai hasil rekayasa, dan hingga akhir Februari 2026 tidak ada informasi valid mengenai bantuan tersebut di kanal media sosial.

