Sebuah unggahan di Facebook yang menyebut Presiden Prabowo Subianto akan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah Idulfitri beredar luas dan memicu perdebatan warganet. Klaim tersebut ramai diperbincangkan karena program MBG menyasar anak sekolah di berbagai daerah.
Unggahan itu berasal dari akun Facebook “Putii Sgh” yang pada Jumat (27/2/2026) membagikan foto berlabel arsip disertai narasi: “Persiden prabowo akan Menghenti kan makanan bergisi/MBG secara resmi setelah hari raya idul fitri”. Hingga Jumat (6/3/2026), unggahan tersebut tercatat mendapat 1.500 tanda suka, memicu sekitar 2.000 komentar, dan dibagikan ulang 95 kali.
Namun, hasil pemeriksaan fakta menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Tim pemeriksa fakta Mafindo melalui situs TurnBackHoax menelusuri informasi itu dengan mencari rujukan dari sumber berita resmi serta pernyataan pemerintah. Dari penelusuran tersebut, tidak ditemukan kebijakan atau pernyataan resmi yang menyatakan program MBG akan dihentikan setelah Idulfitri.
Sejumlah laporan justru menyebut program MBG tetap berjalan dan direncanakan untuk diperluas. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) juga menegaskan tidak ada rencana penghentian program MBG seperti yang beredar di media sosial.
Alih-alih dihentikan, pemerintah disebut berencana menambah unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berfungsi sebagai pusat distribusi makanan dalam program tersebut. Setelah Idulfitri, jumlah SPPG direncanakan meningkat hingga sekitar 25.000 unit di berbagai daerah agar jangkauan penerima manfaat semakin luas.

