Sejumlah informasi menyesatkan terkait konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel beredar luas di media sosial. Di tengah situasi yang disebut memburuk, muncul berbagai unggahan yang mengklaim menampilkan peristiwa penting, mulai dari prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei hingga pernyataan yang dikaitkan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia.
Dalam narasi yang beredar, disebutkan pasukan AS dan Israel menyerang Teheran serta sejumlah kota lain di Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan itu diklaim menyebabkan tewasnya Ali Khamenei beserta beberapa anggota keluarganya, jajaran komandan militer tertinggi Iran, serta warga sipil. Iran juga disebut merespons lewat beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan aset Israel dan AS.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri RI dikabarkan mulai melakukan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran menyusul memburuknya situasi keamanan. Proses evakuasi dijadwalkan mulai berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026.
Di tengah derasnya arus informasi tersebut, dua klaim yang ramai dibagikan telah diperiksa dan dinyatakan tidak benar.
Klaim video pemakaman Ali Khamenei
Salah satu unggahan di Facebook pada 2 Maret 2026 menyebarkan video yang diklaim sebagai upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. Dalam unggahan itu, narasi yang menyertainya menyebut dunia “tercengang” dan Iran berkabung atas wafatnya Ali Khamenei, disertai tagar terkait.
Video tersebut menampilkan kerumunan besar yang mengiringi sebuah truk berlapis kaca atau transparan yang membawa peti jenazah. Peti itu terlihat ditutup kain berwarna kuning dengan logo tertentu, sementara banyak orang di sekitar membawa bendera berwarna kuning.
Namun, hasil verifikasi menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Prosesi pemakaman Ali Khamenei disebut belum digelar pada 2 Maret 2026 sebagaimana yang tertera dalam klaim video.
Klaim Dubes Iran menolak mediasi dan menyindir Presiden Prabowo
Klaim lain yang beredar menyebut Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi meminta Presiden Prabowo untuk mengurus rakyat Indonesia yang miskin ketimbang melakukan mediasi Iran dan AS. Unggahan semacam ini ditemukan beredar sejak awal pekan, salah satunya diposting di Facebook pada 4 Maret 2026.
Dalam unggahan itu, terdapat foto Dubes Iran dan Presiden Prabowo disertai narasi: “Iran tolak ajakan mediasi Indonesia dengan AS: Lebih baik urus rakyat anda masih banyak yang m1sk1n! Kami tidak membuka ruang mediasi dengan AS!” Unggahan tersebut juga disertai kalimat tambahan bernada sindiran.
Berdasarkan pemeriksaan, klaim yang mengatasnamakan Dubes Iran tersebut dinyatakan hoaks.
Maraknya klaim keliru di media sosial menunjukkan pentingnya kehati-hatian saat menerima dan membagikan informasi, terutama terkait isu konflik dan keamanan yang cepat berkembang. Publik disarankan memeriksa kebenaran unggahan melalui sumber tepercaya sebelum menyebarkannya lebih lanjut.

