Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengumumkan adanya dana hibah dari Pemerintah Australia. Dalam unggahan tersebut, warganet juga diarahkan untuk mendaftar agar bisa mendapatkan bantuan melalui akun Facebook yang membagikan video.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan video itu bukan rekaman asli, melainkan konten manipulasi berbasis artificial intelligence (AI).
Berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan informasi di media sosial Melki Laka Lena yang menyebut adanya dana bantuan dari Pemerintah Australia sebagaimana narasi dalam video yang beredar.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian memverifikasi keaslian video menggunakan alat pendeteksi, yakni Hive Moderation dan TruthScan. Hasil identifikasi Hive Moderation menunjukkan video tersebut merupakan AI generatif. Sementara itu, pemeriksaan TruthScan mendeteksi video itu memiliki probabilitas 97 persen dihasilkan oleh AI.
Penelusuran lebih lanjut dengan teknik reverse image search menemukan bahwa video tersebut memanipulasi foto Melki Laka Lena yang berasal dari laman Wikipedia.
Sebelumnya, beredar pula video manipulasi AI dengan klaim serupa yang mencatut figur publik lain, seperti Ketua Umum DPR RI Puan Maharani dan komika Mongol Stres, seolah-olah menginformasikan dana bantuan dari Pemerintah Australia.
Kesimpulannya, video yang mengeklaim Gubernur NTT mengumumkan dana hibah dari Pemerintah Australia merupakan konten hasil manipulasi. Verifikasi dengan Hive Moderation dan TruthScan menguatkan bahwa video tersebut merupakan rekayasa AI dan memanfaatkan foto dari Wikipedia.

