Sebuah video yang diklaim memperlihatkan Menteri Keuangan Purbaya mengumumkan bantuan THR beredar di media sosial. Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak benar.
Berdasarkan pemeriksaan, video yang beredar identik dengan momen saat Purbaya memberikan keterangan pers terkait pencairan dana pemerintah di Jakarta pada Jumat, 12 September 2025. Dalam pernyataan pers di Kementerian Koordinator Perekonomian pada tanggal yang sama, Purbaya merinci alokasi dana Rp200 triliun yang disalurkan ke sejumlah bank.
Rincian alokasi tersebut mencakup Bank Mandiri, BRI, dan BNI yang masing-masing menerima Rp55 triliun. Sementara itu, BTN mendapatkan Rp25 triliun dan BSI Rp10 triliun.
Dalam keterangan tersebut, Purbaya menyatakan, “Jadi saya pastikan dana yang Rp200 triliun dikirim masuk ke sistem perbankan hari ini.” Ia juga menyampaikan harapannya agar tambahan likuiditas itu dapat mendorong pergerakan sektor ekonomi riil.
Purbaya turut menjelaskan bahwa dana tersebut bukan dana darurat, melainkan dana pemerintah yang sebelumnya belum dibelanjakan dan disimpan di bank sentral. Dengan penempatan di bank komersial, dana itu diharapkan bisa lebih mudah diakses untuk penyaluran kredit.
Dalam kesempatan itu tidak terdapat pernyataan Purbaya mengenai bantuan THR.
Penelusuran juga dilakukan dengan menangkap cuplikan video untuk diperiksa menggunakan perangkat pendeteksi melalui situs hivemoderation.com. Hasilnya, video yang memuat klaim Purbaya membagikan bantuan THR menunjukkan indikasi 53,5 persen merupakan buatan AI.
Dengan demikian, klaim bahwa video tersebut berisi pengumuman bantuan THR oleh Menkeu Purbaya dinyatakan tidak benar.

