Deretan Hoaks soal Zakat yang Ramai di Media Sosial dan Klarifikasinya

Deretan Hoaks soal Zakat yang Ramai di Media Sosial dan Klarifikasinya

Zakat merupakan bagian dari harta yang wajib dikeluarkan umat Muslim apabila telah memenuhi syarat yang ditetapkan. Namun, di tengah perkembangan informasi di media sosial, isu zakat juga kerap menjadi sasaran misinformasi dan hoaks.

Salah satu klaim yang sempat beredar adalah unggahan yang membawa-bawa nama Menteri Agama Nasaruddin Umar, dengan narasi bahwa uang zakat dan infak akan digunakan untuk pembangunan masjid di Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, ada pula sejumlah konten lain yang mengaitkan zakat dengan isu-isu tertentu melalui unggahan maupun tangkapan layar artikel.

Berikut beberapa hoaks seputar zakat yang beredar di media sosial, berdasarkan rangkuman kanal Cek Fakta Liputan6.com.

1. Klaim Kemenag memaksimalkan zakat dan wakaf untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan di Facebook pada 20 Februari 2026 yang memuat klaim bahwa Kementerian Agama (Kemenag) memaksimalkan zakat dan wakaf untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Unggahan itu disertai narasi yang mempertanyakan keterkaitan zakat dengan program tersebut, serta menyebut adanya ketentuan delapan golongan (asnaf) penerima zakat.

2. Klaim Menag Nasaruddin Umar menyebut uang zakat dan infak akan digunakan untuk masjid di IKN

Hoaks lain yang beredar adalah postingan berisi artikel dengan judul “Menag Nazaruddin Umar Uang Zakat Uang Infak akan Digunakan Buat Masjid Di Ibukota baru IKN”. Salah satu unggahan ditemukan di Facebook pada 27 Maret 2025, disertai narasi tambahan dari pengunggah.

3. Klaim artikel Merdeka.com berjudul “Maruf: Siapa Yang Gak Mau Bayar Zakat Masuk Neraka Jahanam”

Di media sosial juga beredar tangkapan layar artikel yang diklaim berasal dari Merdeka.com dengan judul “Maruf: siapa Yang Gak Mau Bayar Zakat Masuk Neraka Jahanam”. Salah satu unggahan ditemukan di Facebook pada 17 April 2022. Unggahan tersebut dilengkapi narasi tambahan yang mengaitkannya dengan isu lain.

Kanal Cek Fakta Liputan6.com menyatakan terus melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar sebagai bagian dari upaya literasi media dan melawan hoaks.