Deretan Hoaks Token Listrik PLN: Modus Token Gratis hingga Klaim Usulan Kenaikan Harga

Deretan Hoaks Token Listrik PLN: Modus Token Gratis hingga Klaim Usulan Kenaikan Harga

Hoaks terkait token listrik PLN terus beredar dan kerap dimanfaatkan sebagai sarana penipuan dengan berbagai modus yang menyasar masyarakat luas. Pelaku biasanya memanfaatkan ketidaktahuan korban dan harapan mendapatkan keuntungan, misalnya iming-iming token listrik gratis atau bantuan subsidi.

Informasi palsu tentang token listrik PLN umumnya menyebar melalui pesan berantai di aplikasi percakapan serta media sosial. Tujuannya beragam, mulai dari mengelabui korban agar memberikan data pribadi, mengakses tautan berbahaya, hingga menyerahkan sejumlah uang.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memverifikasi setiap informasi yang mengatasnamakan PLN. Tim Cek Fakta Liputan6.com telah mengidentifikasi sejumlah klaim menyesatkan yang beredar, termasuk yang mengarahkan pengguna ke tautan tertentu dan meminta data sensitif.

Salah satu klaim yang ditemukan adalah tautan pendaftaran “token listrik gratis Rp 750 ribu untuk pelanggan PLN” yang diunggah akun Facebook pada 27 Maret 2026. Unggahan tersebut menyebut token senilai Rp 750.000 akan masuk otomatis ke meteran setelah pengguna mengklik tautan dan memasukkan ID pelanggan. Dalam unggahan itu juga dicantumkan narasi seperti “100% gratis” dan “kuota terbatas”, serta ajakan untuk mengakses tautan melalui menu pendaftaran.

Ketika menu pendaftaran diklik, pengguna diarahkan ke tautan “https://token.newinformationhub.com/…”. Tautan tersebut mengarah ke sebuah halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta sejumlah data, antara lain nama lengkap, nomor pelanggan, jenis meteran, alamat lengkap, serta nomor Telegram aktif.

Klaim lain yang turut beredar adalah tautan “pendaftaran token dan subsidi listrik gratis dari PLN” yang diunggah akun Facebook pada 2 Maret 2026. Unggahan itu menarasikan adanya program pemerintah berupa token dan subsidi listrik gratis, disertai pernyataan “tidak dipungut biaya apa pun” serta ajakan untuk mendaftar dan mengklaim melalui PLN.

Unggahan tersebut juga menyertakan menu pendaftaran. Saat diklik, menu itu mengarah ke halaman situs tertentu yang meminta sejumlah identitas, termasuk nama dan nomor Telegram.

Selain modus iming-iming bantuan, beredar pula klaim yang menyebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak PLN menaikkan harga token listrik. Klaim ini diunggah akun Facebook pada 27 Desember 2026, dengan narasi bahwa kenaikan harga token diperlukan agar PLN tidak merugi dan agar masyarakat belajar menghemat listrik.

Rangkaian klaim tersebut menunjukkan pola yang sama: informasi sensasional disertai ajakan mengakses tautan dan mengisi data pribadi. Masyarakat disarankan untuk memeriksa kebenaran informasi yang mengatasnamakan PLN dan berhati-hati terhadap tautan pendaftaran yang meminta data sensitif.