MALANG – Tim pengabdian masyarakat dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA) menggelar pelatihan intensif terkait tata kelola organisasi dan pengelolaan keuangan bagi komunitas nirlaba Good Village Project (GVP). Kegiatan yang berlangsung pada 16 Juni 2025 ini diarahkan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas organisasi melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
GVP dikenal aktif memberikan pembelajaran bahasa Inggris kreatif bagi anak-anak di Karangploso, Kabupaten Malang. Dalam konteks organisasi sosial yang berfokus pada pendidikan di wilayah pedesaan, pelatihan ini diposisikan sebagai upaya memperkuat sistem kerja agar program dapat berjalan berkelanjutan.
Ketua tim pengabdi, Arista Fauzi Kartika Sari, S.Pd., MSA, menyampaikan bahwa tantangan yang kerap dihadapi lembaga nirlaba di Indonesia adalah keterbatasan dalam efisiensi pengelolaan dana. Ia menekankan pengelolaan keuangan yang efektif sebagai fondasi untuk membangun kepercayaan donatur dan masyarakat. Menurutnya, GVP selama ini juga menghadapi keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam menyusun pembukuan terstandar, sementara dana kegiatan berasal dari donasi publik dan swasembada para anggota.
Dalam sesi pelatihan, 12 peserta yang terdiri dari Founder GVP Ajeng Ria Apriliani dan relawan mengikuti materi teori sekaligus simulasi praktik pencatatan akuntansi digital menggunakan perangkat lunak Zahir Accounting. Penggunaan aplikasi tersebut diharapkan dapat menggantikan pola pencatatan manual yang dinilai rentan menimbulkan kesalahan.
Selain materi keuangan, narasumber Erfan Efendi, M.Pd., memberikan pembekalan mengenai manajemen organisasi modern. Ia menekankan pentingnya delegasi tugas dan wewenang yang jelas dalam tim agar tujuan organisasi dapat dicapai secara kolektif, profesional, dan terukur, dengan tetap mempertahankan semangat kerelawanan.
Tim dosen UNISMA juga mencatat adanya peningkatan pemahaman peserta berdasarkan evaluasi yang dilakukan. Jumlah peserta yang meraih skor tertinggi pada rentang nilai 85–100 meningkat dari satu orang menjadi empat orang.
GVP disebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin nomor empat tentang pendidikan berkualitas dan poin nomor sepuluh mengenai pengurangan ketimpangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Melalui kolaborasi ini, pelatihan diharapkan mendorong GVP menjadi organisasi yang lebih mandiri, transparan, dan berkelanjutan dalam mendukung pendidikan anak-anak di desa binaan.

