Sejumlah informasi palsu kembali beredar luas di media sosial dan aplikasi percakapan dalam sepekan terakhir. Berbagai klaim tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan dan keresahan di masyarakat, terutama ketika dibungkus dengan isu kebijakan pemerintah, bantuan sosial, hingga narasi politik internasional.
Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, sebagian informasi yang viral itu dinyatakan sebagai hoaks. Berikut rangkuman enam hoaks yang beredar dalam sepekan.
1. Klaim Menteri ESDM Bahlil mewajibkan rakyat memakai motor listrik
Sebuah unggahan Facebook pada 7 April 2026 menyebarkan klaim bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mewajibkan masyarakat Indonesia menggunakan motor listrik. Klaim itu disertai foto wajah Bahlil dengan teks tertentu serta keterangan unggahan bernada candaan. Hasil penelusuran menyimpulkan klaim tersebut merupakan hoaks.
2. Tautan pendaftaran bantuan token listrik Rp 700 ribu dari Prabowo-Gibran
Unggahan Facebook pada 5 April 2026 menampilkan poster bertuliskan program “TOKEN LISTRIK BANTUAN 700 Ribu” yang diklaim diluncurkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Unggahan itu menyertakan menu pendaftaran yang mengarah ke situs tertentu dan meminta data pribadi seperti nama serta nomor Telegram. Klaim terkait tautan pendaftaran bantuan tersebut dinyatakan hoaks.
3. Klaim Donald Trump mengunggah cuitan marah ke Indonesia terkait konflik dengan Iran
Sebuah postingan Facebook pada 9 April 2026 menyebarkan tangkapan layar yang diklaim sebagai unggahan Donald Trump di Truth Social. Narasi dalam tangkapan layar itu menyebut Trump menyoroti sikap Indonesia terkait konflik dengan Iran, lengkap dengan nada kecaman dan label “PRESIDEN DONALD J. TRUMP”. Penelusuran Cek Fakta menyatakan klaim tersebut hoaks.
4. Tautan pendaftaran bantuan APBN untuk sektor pertanian 2026
Pada 2 April 2026, beredar klaim mengenai tautan pendaftaran bantuan APBN untuk sektor pertanian tahun anggaran 2026. Unggahan itu mengarahkan pengguna ke tautan tertentu yang menampilkan formulir digital dan meminta identitas pribadi, termasuk nama lengkap sesuai KTP serta nomor Telegram. Klaim tautan pendaftaran tersebut dinyatakan hoaks.
5. Tautan pendaftaran pemutihan pajak kendaraan 2026
Unggahan Facebook pada 5 April 2026 mengklaim “pemutihan pajak kendaraan 2026 resmi dimulai” dan menyertakan menu “daftar sekarang” yang mengarah ke sebuah situs. Di situs tersebut, pengguna diminta mengisi data pribadi seperti nama lengkap, alamat lengkap, dan nomor Telegram. Hasil penelusuran menyimpulkan klaim tautan pendaftaran pemutihan pajak kendaraan itu merupakan hoaks.
6. Artikel yang mengklaim Presiden Prabowo meminta polisi menutup semua masjid jelang Lebaran
Tim Cek Fakta menemukan unggahan Facebook pada 18 Maret 2026 yang menampilkan tangkapan layar artikel dari Gelora News. Artikel itu diklaim berjudul tentang Presiden Prabowo yang meminta polisi menutup semua masjid menjelang Lebaran karena takut radikalisme. Klaim tersebut dinyatakan hoaks berdasarkan penelusuran.
Rangkaian hoaks ini menunjukkan pola serupa: memanfaatkan isu sensitif dan menyertakan tautan atau materi visual yang tampak meyakinkan. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap klaim yang beredar, terutama yang meminta data pribadi melalui tautan tidak jelas.

