Gubernur Jabar Minta Banjar Perkuat Identitas Tata Ruang dan Branding Kota

Gubernur Jabar Minta Banjar Perkuat Identitas Tata Ruang dan Branding Kota

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya Kota Banjar memiliki desain tata ruang yang menjadi ciri khas atau jati diri daerah. Menurutnya, daerah yang berkembang perlu membangun branding sebagai identitas agar memiliki daya tarik, termasuk bagi wisatawan dari luar daerah.

Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Jadi Kota Banjar ke-23 di Gedung DPRD Kota Banjar, Sabtu (21/2/2026). Ia meyakini sebuah daerah akan maju ketika masyarakat dan pemimpinnya memiliki jati diri serta identitas yang jelas.

“Desain-desain yang menjadi ciri khas Kota Banjar mulai sekarang harus dibangun lagi. Sebab daerah berkembang itu harus memiliki branding,” kata Dedi Mulyadi.

Dalam kesempatan tersebut, KDM juga meminta agar tata ruang Kota Banjar diperindah melalui pembangunan gapura dan bangunan yang memiliki nilai estetika, serta disertai perhatian terhadap kebersihan lingkungan. Ia turut mendorong terciptanya karya sastra dan seni di Banjar, seraya menyatakan pemerintah provinsi akan memberikan dukungan.

“Ciptakan karya sastra seni di Banjar, hidupkan tata ruang bikin gapura-gapura yang bagus dan estetik. Nanti akan dibantu oleh pemerintah provinsi,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjar Sudarsono mengatakan tema Hari Jadi Kota Banjar ke-23, yakni Banjar Masagi Tumbuh Istimewa, mencerminkan komitmen pemerintah kota dalam membangun masyarakat yang mandiri, sejahtera, agamis, dan inovatif. Ia menyebut pemerintah kota berkomitmen mengoptimalkan potensi yang dimiliki Banjar sekaligus mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Banjar merupakan kota mandiri di selatan Jawa Barat yang akan tumbuh dan berkembang dengan segenap potensi yang dimilikinya,” ujarnya.

Sudarsono juga mengklaim upaya pembangunan menuju masyarakat sejahtera terus dilaksanakan bersama dan hasilnya mulai dirasakan masyarakat. Ia mengakui masih terdapat kendala, namun menyebut pembangunan menunjukkan tren positif yang terlihat dari sejumlah peningkatan indikator capaian.

“Meskipun kendala masih ada, tapi tren positif masih bisa kita raih yang ditunjukkan melalui beberapa peningkatan indikator capaian,” kata Sudarsono.