Hoaks berkedok pendaftaran pembagian bantuan dana kembali beredar di masyarakat. Salah satu lembaga yang kerap dicatut dalam narasi penipuan tersebut adalah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Sejumlah unggahan di media sosial menampilkan klaim adanya program bantuan dana dengan proses cepat, nominal besar, hingga tautan pendaftaran dan arahan menghubungi nomor WhatsApp tertentu. Dalam beberapa kasus, unggahan itu turut menyertakan atribut yang menyerupai lembaga resmi, seperti logo Kementerian Agama maupun nama pejabat Ditjen Bimas Kristen.
Salah satu contoh hoaks yang beredar adalah unggahan di Facebook pada 29 Maret 2026 yang mengklaim Ditjen Bimas Kristen membuka layanan bantuan dana berbasis online dengan proses persetujuan cepat. Unggahan tersebut menyebut program “Bantuan DAP (Direct Aid Program)” untuk semester pertama 2026, dengan sasaran penerima disebut mencakup umat Kristen maupun non-Kristen, tempat ibadah, hingga yatim piatu. Narasi itu juga menyebut inisiatif tersebut sebagai bagian dari kebijakan strategis pemerintah Australia. Unggahan disertai gambar berlogo Kementerian Agama dan mencantumkan nama serta tanda tangan Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung.
Hoaks lain beredar melalui unggahan Facebook pada 9 September 2025. Dalam unggahan itu, terdapat video yang menampilkan Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung disertai narasi pendaftaran bantuan untuk non-Muslim dengan nominal Rp 250 juta hingga Rp 1 miliar. Di kolom komentar, warganet juga diarahkan untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu guna mendapatkan bantuan tersebut.
Selain itu, muncul pula klaim berupa tautan pendaftaran bantuan dana DAP dari Australia untuk umat Kristen dan pembangunan gereja. Informasi ini diunggah akun Facebook pada 12 Maret 2026, dengan narasi bantuan bagi masyarakat non-Muslim dan Muslim sebesar Rp 150 juta hingga Rp 2 miliar hingga semester II 2026. Unggahan tersebut menyertakan video wawancara bergaya siaran, menampilkan presenter dan seorang pendeta yang membahas klaim program bantuan DAP Australia yang disebut dikelola resmi oleh Bimas Kristen. Dalam video dan unggahan juga tampak penggunaan logo Liputan6 serta adanya menu tautan untuk mengirim pesan.
Rangkaian unggahan tersebut menunjukkan pola serupa: memanfaatkan nama Ditjen Bimas Kristen, mencantumkan nominal bantuan besar, menjanjikan proses mudah dan cepat, serta mengarahkan calon korban ke tautan atau kontak tertentu. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap informasi pendaftaran bantuan yang beredar di media sosial, terutama yang mencatut nama lembaga pemerintah dan meminta komunikasi melalui jalur pribadi seperti WhatsApp atau tautan pesan.

