Hoaks Bermodus AI Catut Nama Menteri, Klaim Bantuan Dana hingga Hibah Beredar di Media Sosial

Hoaks Bermodus AI Catut Nama Menteri, Klaim Bantuan Dana hingga Hibah Beredar di Media Sosial

Sejumlah nama menteri dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka kerap dicatut dalam konten hoaks yang beredar di media sosial. Modus yang muncul umumnya berupa video berisi klaim pengumuman bantuan dana, mulai dari bantuan untuk membayar utang, modal usaha, hingga bantuan untuk lansia.

Sejumlah unggahan tersebut disebut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membangun narasi seolah-olah pernyataan itu disampaikan langsung oleh pejabat terkait. Berikut rangkuman beberapa klaim yang beredar.

1. Klaim video Mentan Amran umumkan bantuan dana untuk modal usaha

Sebuah akun Facebook mengunggah video yang mencatut nama mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sejak 30 Maret 2026. Unggahan itu disertai keterangan “PROGRAM RESMI DARI KEMENTAN” dan tagar terkait bantuan sosial.

Dalam video, terdengar pernyataan yang mengajak masyarakat segera menghubungi Amran jika membutuhkan “suntikan dana bantuan untuk bayar utang atau untuk modal usaha ataupun biaya sekolah.” Unggahan juga menampilkan menu untuk mengirim pesan.

2. Klaim video Menag Nasaruddin Umar sampaikan dana hibah Arab Saudi

Klaim lain beredar melalui unggahan Facebook pada 10 Maret 2026 yang menampilkan video Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam unggahan itu, disebutkan adanya informasi penting terkait bantuan dana hibah dari Arab Saudi dan ajakan mendaftar melalui “sistem elektronik.”

Narasi dalam video menyatakan bahwa bantuan dana hibah dari Kerajaan Arab Saudi “resmi dibagikan ke seluruh Indonesia” dan meminta masyarakat yang belum menerima untuk mendaftarkan diri. Unggahan tersebut juga dilengkapi menu kirim pesan.

3. Klaim video Menkeu Purbaya umumkan bantuan untuk lansia

Konten serupa juga mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Video ini diunggah di Facebook pada 4 April 2026, disertai ajakan “HUBUNGI WA BENDAHARA” dan klaim “HANYA 20 ORANG TERPILIH,” termasuk menampilkan nomor WhatsApp.

Dalam video, terdapat pernyataan yang menyebut dirinya sebagai Menteri Keuangan Indonesia dan mengaitkan kemunculan video di beranda sebagai tanda “rezeki,” disertai ajakan berkomentar serta mengikuti akun. Di video juga terdapat tulisan “HUBUNGI BENDAHARA JIKA KMU LANSIA.”

Rangkaian klaim tersebut menjadi contoh hoaks yang memanfaatkan kemiripan visual dan audio untuk membuat seolah-olah pejabat menyampaikan pengumuman bantuan. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap unggahan yang mencatut nama pejabat, apalagi yang mengarahkan pengguna untuk menghubungi nomor tertentu atau mengirim pesan melalui fitur yang disediakan di platform.