Hoaks di media sosial dapat menyerang siapa saja, termasuk pengacara ternama Hotman Paris. Sejumlah konten menyesatkan yang mencatut namanya beredar di berbagai platform, dengan pola yang mengarah pada penipuan dan promosi situs judi online (judol).
Salah satu hoaks yang beredar berupa video yang menampilkan Hotman Paris seolah mempromosikan situs judol miliknya. Unggahan semacam ini ditemukan beredar di Facebook, salah satunya diposting pada 15 November 2025. Dalam konten tersebut, terdapat video berdurasi 38 detik disertai narasi “Jangan menunggu kesempatan, ciptakan dengan mencoba”, dan isi video menggiring penonton untuk mempercayai promosi situs judi online tertentu dengan klaim agar masyarakat tidak miskin karena situs judol ilegal.
Selain itu, terdapat pula hoaks lain dengan pola serupa: video yang kembali menampilkan Hotman Paris seakan-akan mempromosikan situs judol tertentu. Unggahan ini juga ditemukan di Facebook dan diposting pada 15 November 2025. Video berdurasi 43 detik itu disertai narasi “INFO AQ1++” serta klaim yang menyebut promosi tersebut agar masyarakat tidak rugi.
Tak hanya promosi judol, hoaks yang mencatut nama Hotman Paris juga muncul dalam bentuk iming-iming hadiah uang. Sebuah unggahan video di Facebook yang diposting pada 31 Oktober 2025 menarasikan bahwa Hotman Paris membagikan Rp 100 juta bagi pengguna yang bisa menjawab kuis tebak kata. Dalam narasi unggahan itu tertulis ajakan untuk menulis jawaban dan menekankan bahwa kesempatan mendapatkan uang tunai disebut tidak datang dua kali. Di kolom komentar, unggahan tersebut juga menyertakan arahan untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu untuk proses pencairan hadiah.
Rangkaian unggahan tersebut menunjukkan bagaimana nama figur publik dapat digunakan untuk menarik perhatian dan membangun kepercayaan, baik untuk mendorong promosi situs judol maupun mengarahkan korban ke saluran komunikasi tertentu.

