Hoaks terkait penghematan listrik kembali bermunculan di tengah upaya efisiensi energi. Informasi palsu semacam ini kerap memanipulasi pernyataan pejabat agar terlihat seolah-olah benar, sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.
Kondisi tersebut menuntut kehati-hatian ekstra agar publik tidak mudah percaya pada klaim yang menawarkan solusi instan. Verifikasi informasi dinilai penting sebelum menyebarkan atau mengambil kesimpulan dari unggahan yang beredar di media sosial.
Tim Cek Fakta Liputan6.com mengungkap salah satu klaim yang beredar, yakni unggahan di Facebook pada 26 Maret 2026 yang mencatut pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Unggahan itu menampilkan foto Bahlil dengan teks: “Menteri ESDM BAHLIL: PLN MERUGI Karena Masyarakat Tak Bisa Belajar Hemat Listrik”.
Dalam keterangan unggahan, pemilik akun menuliskan komentar yang mempertanyakan alasan PLN merugi, sembari menyebut rakyat tetap membayar listrik tepat waktu dan menyinggung isu korupsi serta pejabat rakus.
Benar tidaknya klaim tersebut menjadi bagian dari penelusuran Cek Fakta Liputan6.com. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa ulang informasi serupa agar tidak terkecoh oleh narasi yang menyesatkan.
Liputan6.com melalui kanal Cek Fakta menyatakan upaya melawan hoaks dilakukan sebagai bagian dari literasi media. Kanal tersebut aktif sejak 2018 dan disebut bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) serta menjadi mitra Facebook, juga tergabung dalam inisiatif cekfakta.com.
Jika menemukan informasi yang diduga hoaks dan ingin ditelusuri, masyarakat dapat mengirimkan laporan melalui email cekfakta.liputan6@kly.id atau menghubungi chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

