IPMADO Gelar Mimbar Bebas di Nabire, Desak Transparansi Insiden Dogiyai

IPMADO Gelar Mimbar Bebas di Nabire, Desak Transparansi Insiden Dogiyai

Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) menggelar aksi mimbar bebas di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (18/4/2026), untuk menyikapi peristiwa yang mereka sebut “Dogiyai Berdarah” yang terjadi pada akhir Maret hingga awal April 2026.

Aksi berlangsung di depan Toko Ana Ogi, Jalan Patriot, Kelurahan Karang Tumaritis, Nabire, dan diikuti sekitar 50 peserta. Massa menyampaikan aspirasi melalui orasi, serta membawa spanduk dan pamflet berisi tuntutan.

Koordinator kegiatan, Barnabas Agapa, menyatakan aksi tersebut merupakan upaya menyuarakan keprihatinan atas insiden yang disebut menelan korban warga sipil. Dalam orasinya, ia meminta adanya keterbukaan informasi dan penanganan yang adil.

Selain menuntut transparansi, massa juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut serta mendorong pembentukan tim pencari fakta independen.

Pengamanan aksi dilakukan Polres Nabire dengan melibatkan 215 personel. Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, SIK, yang memimpin langsung pengamanan, mengatakan aparat mengedepankan pendekatan persuasif agar kegiatan berjalan tertib.

“Kami mengawal agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung damai dan tidak mengganggu ketertiban umum,” kata Tatiratu. Aparat juga menyampaikan imbauan kepada peserta agar menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.

Perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Germadus Goo, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan dukungannya terhadap penyampaian aspirasi secara damai. Ia juga meminta pemerintah segera memberikan kejelasan atas insiden yang terjadi.

Polres Nabire turut mengimbau masyarakat agar terus menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.