Dewan Pimpinan Daerah Jaringan Masyarakat Pemantau Pemilu Independen Indonesia (DPD JAMPPII) Tulungagung menggelar Konsolidasi Pendidikan Politik pada Jumat, 27 Desember 2025, pukul 13.00–16.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di Crown Victoria Hotel Tulungagung.
Acara ini dihadiri Wakil Bupati Tulungagung H. Ahmad Bahrudin, S.M., perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), jajaran DPD JAMPPII Tulungagung, JAMPPII Pusat, serta insan pers.
Peserta konsolidasi merupakan anggota JAMPPII se-Kabupaten Tulungagung, terdiri dari koordinator kecamatan, sekretaris, dan bendahara dari 19 kecamatan, yaitu Kecamatan Tulungagung, Boyolangu, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Kalangbret, Gondang, Pagerwojo, Sendang, Pucanglaban, Campurdarat, Tanggunggunung, Bandung, Ngunut, Sumbergempol, Kediri, Karangrejo, Rejotangan, dan Pakel.
Kehadiran perwakilan dari berbagai kecamatan tersebut disebut sebagai wujud komitmen organisasi dalam memperkuat peran pengawasan dan pendidikan politik di tingkat akar rumput.
Ketua DPD JAMPPII Tulungagung Muntholib menekankan pentingnya sinergi internal organisasi dalam mendukung pembangunan di Tulungagung. Ia menyebut JAMPPII memiliki sumber daya manusia yang beragam, mulai dari kalangan akademisi hingga pengusaha.
“Sinergitas antar JAMPPII menjadi modal penting dalam membangun Tulungagung melalui SDM yang berintegritas dan berkompeten,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua JAMPPII Pusat Dr. Raden Moh. Ali Sodik menyampaikan bahwa JAMPPII merupakan organisasi pemantau pemilu yang memiliki legalitas. Ia mengatakan JAMPPII telah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, sehingga memiliki dasar hukum dalam menjalankan peran pemantauan pemilu, pendidikan politik, dan pengawasan demokrasi.
Wakil Bupati Tulungagung H. Ahmad Bahrudin, S.M. menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap JAMPPII dapat berperan sebagai pihak yang objektif dalam mengawal visi dan misi politik daerah. Ia juga berpesan agar JAMPPII, khususnya kalangan pemuda, mampu menyikapi isu yang berkembang dengan menyaring informasi secara objektif dan tidak mudah terpengaruh hoaks.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tulungagung terbuka untuk menerima aspirasi dan kritik, serta mengajak JAMPPII menjadi mitra strategis mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan program pembangunan.
Rangkaian kegiatan inti konsolidasi diisi dengan Forum Discussion Group (FDG) serta penandatanganan surat rekomendasi dari 19 kecamatan yang dilengkapi stempel resmi. Acara ditutup dengan menyanyikan lagu “Padamu Negeri” dan dilanjutkan ramah tamah sebagai simbol kebersamaan dan komitmen menjaga demokrasi yang sehat dan bermartabat di Kabupaten Tulungagung.

