Penolakan terhadap rencana Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung dengan Partai Gerindra muncul dari sejumlah kader di daerah. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menyatakan sikap menolak wacana tersebut.
Penolakan itu disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bangkalan, Anton Bastoni, dalam jumpa pers pada Senin (10/11/2025). Anton mengatakan wacana bergabungnya Budi Arie, yang disebut sebagai mantan Menteri Komunikasi dan Informasi, telah menimbulkan keresahan di kalangan kader. Karena itu, internal kader menggelar diskusi dan mencapai mufakat untuk menolak Budi Arie masuk sebagai pengurus partai.
Menurut Anton, Gerindra bukan tempat singgah. Ia juga menilai rekam jejak politik Budi Arie tidak konsisten sehingga dinilai tidak pantas menjadi kader partai berlambang kepala burung Garuda tersebut.
“Kami atas nama DPC Gerindra Bangkalan menolak tegas masuknya Budi Arie sebagai pengurus DPP Gerindra,” kata Anton di Bangkalan, Senin (10/11).
Anton menambahkan, Gerindra merupakan partai besar dengan ideologi nasionalis dan komitmen kuat terhadap perjuangan rakyat. Ia menilai tidak selayaknya Gerindra dijadikan tempat persinggahan oleh figur politik yang selama ini dikenal dekat dengan lingkaran kekuasaan mantan Presiden Joko Widodo.
“Kami tidak menutup pintu bagi siapa pun yang ingin bergabung, tapi Budi Arie kami nilai tidak layak karena rekam jejaknya tidak sejalan dengan semangat perjuangan Gerindra,” ujarnya.
Anton juga meminta para petinggi Partai Gerindra mempertimbangkan aspirasi kader di daerah dan tidak mengakomodasi rencana bergabungnya Budi Arie. “Kami berharap suara kader di bawah diakomodir dan menolak Budi Arie masuk ke jajaran DPP Gerindra,” tutur Anton.
Sikap serupa juga disampaikan DPC Partai Gerindra Kota Solo. Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, menilai bergabungnya Budi Arie berpotensi mengganggu tatanan internal partai.
Menurut Ardianto, Gerindra telah memiliki kader yang militan dan solid, bahkan disebut melebihi kekuatan organisasi relawan Projo. Ia menilai masuknya Budi Arie dapat mengganggu keseimbangan internal partai pimpinan Prabowo Subianto.
“Karena Gerindra sudah punya kader militan melebihi Projo itu. Budi kalau masuk bisa merusak tatanan partai. Karena dia punya pemikiran berbeda dengan AD/ART Gerindra,” ujarnya.
Sebelumnya, Budi Arie Setiadi secara terbuka mengumumkan rencananya untuk segera bergabung dengan Partai Gerindra. Pernyataan itu disampaikan dalam Kongres III Projo di Jakarta pada Sabtu (1/11/2025).
“Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Enggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum,” kata Budi Arie dalam sambutannya.
Budi Arie kemudian menegaskan pilihannya bergabung ke Gerindra. “Betul, iya lah, pasti Gerindra,” sambungnya.
Di tengah penolakan dari sejumlah kader daerah, Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut situasi tersebut sebagai hal yang wajar dalam dinamika politik.

