Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Agus Jamaludin menyatakan sebanyak 17.077 penyandang disabilitas terdampak bencana banjir di Provinsi Aceh. Data tersebut disampaikan dalam temu media di Jakarta pada Jumat, 5 Desember 2025.
Agus menjelaskan, selain penyandang disabilitas, kelompok rentan lain yang terdampak banjir di Aceh meliputi bayi sebanyak 104.623 orang, balita 101.008 orang, ibu hamil 394.250 orang, ibu menyusui 2.380 orang, lanjut usia (lansia) 459.428 orang, serta pasien yang memerlukan hemodialisa sebanyak 545 orang. Data itu disebut berasal dari 18 kabupaten/kota di Aceh.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan total fasilitas kesehatan yang terdampak banjir di wilayah Aceh dan Sumatera mencapai 31 rumah sakit dan 156 puskesmas. Rinciannya, Aceh terdampak 13 rumah sakit dan 122 puskesmas; Sumatera Utara 18 rumah sakit dan 22 puskesmas; serta Sumatera Barat 9 puskesmas.
Benjamin, yang akrab disapa Benny, mengatakan ia turun langsung ke lapangan pada Selasa, 2 Desember 2025 untuk melihat situasi di Aceh. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kabupaten Bener Meriah yang dilaporkan mengalami banjir bandang. Ia menyebut terdapat 125 jembatan yang rusak sehingga akses antarwilayah terputus.
Benny menggambarkan kondisi di lapangan yang menyulitkan distribusi bantuan. Ia menyebut, dalam jarak sekitar 1 kilometer dari bandara, akses sudah sulit dilalui sehingga bantuan harus dipikul. Ia juga menyampaikan kondisi pemadaman listrik serta ketiadaan bahan bakar minyak (BBM) di lokasi.
Menurut Benny, sebuah rumah sakit di wilayah tersebut tidak dapat beroperasi secara normal. Ia mengatakan rumah sakit itu memiliki 22 dokter spesialis, namun yang dapat masuk hanya satu orang karena banyak tenaga kesehatan turut terdampak. Keterbatasan BBM, air, dan listrik disebut menjadi kendala utama pelayanan.
Soal pengungsian, Benny menyatakan total pengungsi terdampak banjir di Aceh dan Sumatera mencapai 847.925 jiwa. Dari jumlah itu, pengungsi terbanyak berada di Aceh dengan 788.586 jiwa. Ia menilai tingginya angka pengungsian berkaitan dengan terputusnya akses jalan, sehingga warga berkumpul di kantor-kantor pemerintahan setempat untuk bertahan dan mengorganisasi distribusi logistik.
Selain Aceh, Benny juga menyinggung kondisi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Ia mengatakan banjir di wilayah itu belum surut dan sebuah rumah sakit terendam selama sembilan hari. Akibatnya, fasilitas di lantai satu ikut terendam dan rumah sakit tersebut ditutup.
Dalam situasi tersebut, Benny menyebut adanya rumah sakit swasta yang tidak terdampak dan masih dapat melayani pasien. Pasien dari Rumah Sakit Tanjung Pura, menurutnya, dirujuk ke Rumah Sakit Putri Bidadari di Langkat yang disebut sebagai rumah sakit tipe B dengan kapasitas tempat tidur lebih dari 300.

