Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah meminta dukungan rakyat untuk memberantas “mafia pencuri uang negara”. Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan video tersebut merupakan konten manipulatif yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Video itu dibagikan salah satunya melalui akun TikTok pada Rabu (18/2/2026). Dalam rekaman yang beredar, Purbaya disebut menyampaikan pernyataan, “Saya siap membuka satu per satu nama-nama mafia itu, tapi saya tidak berdiri sendirian. Saya butuh rakyat di belakang saya melawan mereka. Bukan cuma soal nyali, tapi juga soal dukungan. Follow dan bagikan akun ini untuk menunjukkan dukungan rakyat kepada saya.”
Berdasarkan penelusuran, Kemenkeu melalui akun Instagram resminya menyatakan video yang mengatasnamakan Purbaya tersebut adalah deepfake. Kemenkeu juga mengimbau masyarakat waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Penelusuran lebih lanjut menunjukkan, video yang digunakan dalam konten itu berasal dari unggahan akun TikTok Purbaya yang telah terverifikasi. Video asli diunggah pada 10 Desember 2025 dan menampilkan Purbaya sedang menyantap makan siang di sebuah warung sop buntut di Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam versi yang beredar, suara pada video tersebut telah diubah menggunakan suara tiruan berbasis AI. Pemeriksaan dengan Hive Moderation menunjukkan suara dalam video itu memiliki probabilitas 99,9 persen dibuat menggunakan AI.
Dengan demikian, video yang menarasikan Purbaya meminta dukungan rakyat untuk melawan mafia pencuri uang negara dinyatakan tidak benar. Kemenkeu memastikan konten tersebut merupakan deepfake, sementara hasil pemeriksaan menunjukkan audio pada video sangat kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa AI.

