Kehadiran Kereta Cepat Whoosh sebagai moda transportasi modern di Indonesia kerap diiringi beredarnya informasi palsu di media sosial. Hoaks semacam ini dapat memicu keresahan dan kebingungan, baik di kalangan calon penumpang maupun masyarakat luas.
Karena itu, publik diimbau memeriksa kebenaran setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan fasilitas publik seperti Kereta Cepat Whoosh. Mengenali ragam hoaks yang beredar dinilai penting agar masyarakat tidak terjebak informasi bohong.
Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, terdapat sejumlah hoaks yang pernah beredar terkait Kereta Cepat Whoosh. Salah satunya berupa unggahan yang menampilkan cuplikan layar artikel dengan klaim Presiden Joko Widodo menyebut rakyat akan patungan selama tiga tahun untuk membayar utang kereta cepat apabila Menteri Keuangan tidak mau membayar. Unggahan semacam ini disebut beredar sejak awal pekan dan salah satunya diunggah akun Facebook pada 27 Oktober 2025, disertai judul artikel dari Gelora News serta narasi bernada sindiran.
Hoaks lainnya menampilkan cuplikan layar artikel yang mengklaim Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan rakyat akan membayar utang kereta cepat jika Menkeu Purbaya tidak mau membayarnya. Unggahan ini disebut beredar sejak pekan sebelumnya dan salah satunya diunggah di Facebook pada 25 Oktober 2025, disertai judul artikel dari Gelora News serta narasi singkat.
Selain itu, beredar pula unggahan video yang diklaim menunjukkan kecelakaan pada kereta cepat Jakarta–Bandung. Video tersebut memperlihatkan sebuah kereta mengalami kecelakaan hingga terguling keluar dari rel. Unggahan ini disebut beredar sejak pekan sebelumnya dan salah satunya diunggah akun Facebook pada 19 September 2023, disertai narasi bahwa video “tidak boleh ditayangkan” dan ajakan untuk menyebarluaskan.
Rangkaian klaim tersebut menjadi contoh bagaimana isu terkait Kereta Cepat Whoosh dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi menyesatkan. Masyarakat disarankan tetap berhati-hati, tidak langsung mempercayai unggahan viral, dan melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi.

