Jakarta — Beredar narasi di media sosial yang menyebut Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menolak ajakan mediasi dari Indonesia terkait konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Narasi tersebut disebarkan salah satunya melalui akun Instagram @indonesian.core dengan judul “Dubes Iran Tolak Indonesia Yang Hendak Terlibat Langsung Dalam Upaya Mediasi Amerika Dan Iran”.
Narasi itu membangun kesan seolah hubungan diplomatik Indonesia dan Iran memburuk akibat penolakan tersebut. Namun, informasi tersebut dinilai menyesatkan karena menggiring seolah-olah Iran menolak niat baik Indonesia.
Faktanya, Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia justru menyampaikan apresiasi atas kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk berperan sebagai mediator. Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Iran menyatakan apresiasi atas dukungan konsisten pemerintah dan rakyat Indonesia, serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik tersebut.
Di sisi lain, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri. Indonesia juga menegaskan pentingnya mengedepankan dialog dan diplomasi, dengan tetap menghormati kedaulatan serta integritas wilayah setiap negara.
Dalam perkembangan terkait, Presiden RI Prabowo Subianto juga disebut telah menyampaikan surat berisi ucapan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan AS dan Israel. Surat tersebut diserahkan langsung Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi pada Rabu (4/3).

