Sejumlah hoaks terkait utang negara kembali beredar di masyarakat melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Informasi keliru itu muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari tangkapan layar artikel, video yang diberi narasi menyesatkan, hingga klaim penggalangan dana oleh pemerintah.
Berikut tiga contoh hoaks yang beredar dan sempat diklaim sebagai informasi benar.
1. Klaim rakyat diminta patungan tiga tahun untuk membayar utang kereta cepat
Sebuah unggahan di media sosial menampilkan cuplikan layar artikel yang menyebut Presiden Joko Widodo mengatakan rakyat akan patungan selama tiga tahun untuk membayar utang kereta cepat, apabila Menteri Keuangan tidak mau membayar. Unggahan tersebut beredar sejak awal pekan dan salah satunya diposting di Facebook pada 27 Oktober 2025.
Dalam unggahan itu, ditampilkan judul artikel: “Jokowi Muda Saja Jika Menkeu Tidak Mau Bayar Utang Kereta Cepat Atau Whoosh Rakyatkan Ada Patungan Membayar Utang Whoosh Tiga Tahun Lunas”, disertai narasi tambahan bernada komentar dari pengunggah.
2. Video yang diklaim sebagai penandatanganan bukti pelunasan utang Indonesia ke China
Hoaks lain beredar dalam bentuk video yang diklaim memperlihatkan proses penandatanganan bukti pelunasan utang Indonesia kepada China. Video tersebut beredar sejak dua pekan sebelumnya dan salah satunya diunggah di Facebook pada 5 April 2024.
Video itu menampilkan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bersama utusan dari China. Di belakangnya tampak Presiden RI Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping. Unggahan tersebut disertai narasi: “Proses Penandatanganan Bukti Pelunasan Hutang Indonesia ke China”.
3. Klaim pemerintah menggalang dana untuk membantu APBN melunasi utang negara
Hoaks berikutnya berupa klaim bahwa pemerintah menggalang dana untuk membantu APBN melunasi utang negara. Unggahan ini beredar sejak pekan lalu dan salah satunya diposting di Facebook pada 30 April 2026.
Dalam unggahan itu terdapat tangkapan layar foto Presiden Prabowo dengan latar belakang situs penggalangan dana, disertai narasi “Patungan APBN untuk Bantu Negara Lunasi Hutang”. Unggahan juga menampilkan angka donasi yang disebut tersedia dan terkumpul, serta tambahan narasi yang mempertanyakan tujuan penggalangan dana tersebut.
Deretan klaim di atas menunjukkan bagaimana isu utang negara kerap dijadikan bahan disinformasi. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, memeriksa konteks informasi, dan tidak langsung membagikan unggahan yang belum terverifikasi.

