Klaim tentang adanya link pendaftaran undian berhadiah Bank Syariah Indonesia (BSI) tahun 2026 dinyatakan tidak benar. Penelusuran mengarah pada unggahan BSI melalui akun Instagram resminya, @banksyariahindonesia, yang memperingatkan publik soal maraknya penipuan undian berhadiah yang mencatut nama dan atribut BSI.
Dalam unggahan tersebut, BSI menyebut modus penipuan ini bertujuan mencuri data pribadi melalui metode phishing dan social engineering. BSI mengimbau nasabah tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan pesan yang mencurigakan.
“Yuk, jadi nasabah yang cerdas dan lindungi saldo kamu. Jika menemukan pesan mencurigakan, segera hubungi BSI Call di 14040 atau di sosial media BSI,” tulis BSI, dikutip Senin (4/5/2026).
BSI juga memaparkan sejumlah ciri yang patut diwaspadai dari penipuan berkedok undian berhadiah. Pertama, pelaku menggunakan link palsu yang meminta data pribadi, seperti nama, nomor WhatsApp, sisa saldo, NIK, nomor kartu kredit/debit, CVV, hingga OTP. Kedua, pelaku menghubungi calon korban melalui WhatsApp pribadi yang dimodifikasi. Ketiga, pelaku menawarkan hadiah yang sangat menarik, seperti mobil, motor, liburan, umroh, atau uang tunai.
Untuk menghindari penipuan, BSI mengingatkan masyarakat agar tidak mengklik link, file, atau gambar dari nomor pribadi yang mengatasnamakan BSI maupun instansi lain. BSI juga menegaskan akses informasi dan tautan resmi hanya melalui situs BSI dengan akhiran bankbsi.co.id.

