Kemenkeu Bantah Isu APBN Hanya Cukup untuk Tiga Bulan, BI Soroti Tekanan Global pada Rupiah

Kemenkeu Bantah Isu APBN Hanya Cukup untuk Tiga Bulan, BI Soroti Tekanan Global pada Rupiah

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membantah narasi yang beredar di media sosial sejak akhir April 2026, yang mengklaim bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia hanya cukup untuk tiga bulan ke depan.

Dalam narasi tersebut, kondisi APBN disebut akan semakin memburuk seiring pelemahan nilai tukar rupiah, dengan klaim kurs dolar AS berpotensi menyentuh Rp 20.000.

Kemenkeu menegaskan tidak pernah merilis pernyataan bahwa APBN hanya akan mencukupi untuk tiga bulan. Kemenkeu juga menyampaikan bahwa APBN tetap dikelola secara hati-hati, fleksibel, dan responsif terhadap berbagai dinamika.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menyatakan nilai tukar rupiah mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian global. BI menilai kondisi tersebut turut menekan mata uang regional.

Menurut BI, pelemahan rupiah masih sejalan dengan pergerakan sejumlah mata uang negara lain yang juga melemah terhadap dolar AS.