Klaim Iran Menangkap Pilot Jet Tempur AS Disebut Keliru, Sejumlah Konten Diduga Rekayasa

Klaim Iran Menangkap Pilot Jet Tempur AS Disebut Keliru, Sejumlah Konten Diduga Rekayasa

Klaim yang menyebut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menembak jatuh pesawat tempur F-15E Strike Eagle dan menangkap pilot Amerika Serikat untuk ditukar dengan 10 ribu tahanan Palestina dinyatakan keliru. Sejumlah materi yang beredar untuk mendukung narasi tersebut diduga merupakan hasil rekayasa, sementara sebagian lainnya merupakan cuplikan peristiwa lama yang tidak terkait.

Dalam pemeriksaan fakta, Tempo menggandeng Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Trusted Information Alliance (TIA) India untuk menganalisis konten yang beredar. Melalui pencarian gambar terbalik serta penelusuran sumber-sumber kredibel, tim menemukan indikasi bahwa beberapa konten merupakan produk kecerdasan buatan, dan ada pula yang diambil dari kejadian berbeda.

Foto yang menampilkan penangkapan anggota militer disebut pertama kali diunggah oleh kantor berita Farsnews yang terafiliasi dengan IRGC pada 5 April 2026. Meski unggahan tersebut telah dihapus, jejak digitalnya masih terindeks di Google dan menyebar luas dengan narasi “pilot AS ditangkap hidup-hidup” dalam bahasa Arab.

Tempo juga mencatat kejanggalan visual pada foto itu. Ujung seragam tentara di sisi kiri tampak melebar secara tidak wajar, sementara bentuk jari tentara di sisi kanan memperlihatkan anomali fisik. Tim DAU menyoroti pola pencahayaan yang dominan di sisi samping kiri dan belakang, yang dinilai tidak menyebar secara alami. DAU menyimpulkan gambar tersebut berpotensi besar dibuat menggunakan kecerdasan buatan.

“Gambar memiliki potensi dibuat menggunakan AI meskipun cukup sulit mendeteksinya,” kata analis DAU, Senin, 13 April 2026.

DAU menguji foto itu menggunakan alat deteksi AI or NOT dan memperoleh skor 79% yang menunjukkan adanya elemen AI. Model yang disebut mungkin digunakan antara lain Nano Banana dengan probabilitas 27%, Stable Diffusion 21%, Mid Journey 14%, dan Flux 14%.

Selain foto, sebuah video pendaratan terjun payung yang turut beredar dalam rangkaian konten tersebut juga tidak terkait dengan klaim penangkapan pilot AS oleh Iran. Video itu sebenarnya merekam aksi anggota pasukan khusus Libya, Al-Saiqa (Thunderbolt), di Benghazi pada 2 Maret 2026. Merujuk situs Nabdapp, prajurit dalam video disambut timnya karena mengalami patah tulang kaki saat mendarat. Pemeriksa fakta asal Turki, Teyit, mengonfirmasi rekaman tersebut telah beredar sejak awal Maret 2026 dan bersumber dari laporan Libya Review.

Sementara itu, terkait informasi penembakan jatuh jet F-15E, The Times melaporkan militer Iran menembak jatuh jet F-15E Amerika Serikat di wilayah barat daya Iran. Pesawat tersebut diawaki seorang pilot dan seorang perwira sistem senjata (weapon systems officer/WSO). Washington disebut mengonfirmasi pilot berhasil dievakuasi segera setelah insiden. Namun, petugas WSO—seorang perwira berpangkat kolonel—dilaporkan bersembunyi selama beberapa hari untuk menghindari penangkapan, termasuk mendaki pegunungan setinggi dua kilometer usai pendaratan darurat dan menyalakan suar untuk memberi sinyal kepada tim penyelamat.

Dalam laporan yang sama, operasi evakuasi disebut melibatkan ratusan personel pasukan khusus dengan dukungan puluhan jet tempur serta helikopter militer AS. Central Intelligence Agency (CIA) juga dilaporkan menyebarkan beragam desas-desus untuk mengalihkan perhatian musuh.

Dengan temuan tersebut, narasi yang menyatakan pilot jet tempur AS ditangkap Iran dan akan ditukar dengan ribuan tahanan Palestina tidak didukung oleh bukti yang valid. Sejumlah konten pendukungnya justru menunjukkan indikasi rekayasa dan penggunaan materi dari peristiwa lain yang tidak berkaitan.