Klaim Iran Menyerang Los Angeles Keliru, Foto Ternyata Kebakaran Pabrik di Texas

Klaim Iran Menyerang Los Angeles Keliru, Foto Ternyata Kebakaran Pabrik di Texas

Sebuah unggahan di media sosial menyebarkan klaim bahwa Iran menyerang Los Angeles, Amerika Serikat, melalui proksi yang disebut berada di Meksiko. Dalam narasi tersebut, pengunggah menyatakan serangan itu menyasar “pangkalan minyak Amerika” di Los Angeles.

Namun, hasil pemeriksaan fakta menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Verifikasi dilakukan melalui pencarian gambar terbalik dan penelusuran ke berbagai sumber kredibel. Foto yang beredar bukan menggambarkan serangan Iran ke Los Angeles, melainkan peristiwa kebakaran pabrik di Pasadena, Texas.

Penelusuran menggunakan Google reverse image search menemukan kecocokan gambar dengan rekaman peristiwa kebakaran pada 13 Maret 2026 yang tayang di kanal YouTube Fox 26 Houston. Siaran langsung berdurasi sekitar tujuh jam itu menampilkan pantauan CCTV di kompleks pabrik kimia LyondellBasell (LYB). Kemiripan visual terlihat, antara lain, dari keberadaan logo Air Liquide dan lampu lalu lintas di area tersebut.

Menurut laporan Fox 26 Houston, api mulai berkobar di fasilitas LyondellBasell Bayport Choate sekitar pukul 21.42. Kantor Kepala Pemadam Kebakaran Harris County menyebut gangguan proses operasional memicu pelepasan bahan mudah terbakar. Kebakaran dilaporkan berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.00 tanpa laporan korban luka.

Di sisi lain, ketegangan militer Amerika Serikat dan Iran masih menjadi sorotan. Amerika Serikat dilaporkan memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah. Laporan CBS News menyebut lebih dari 3.500 personel tambahan telah tiba di kawasan tersebut, termasuk kapal USS Tripoli yang membawa sekitar 2.500 Marinir beserta satu unit Marine Expeditionary Unit, serta sekitar 1.500 personel dari Divisi Lintas Udara ke-82. Total kekuatan militer AS di kawasan Teluk disebut menembus 50.000 personel, naik sekitar 10.000 dari jumlah sebelumnya.

Dari Teheran, Kementerian Energi Iran melaporkan pemadaman listrik massal di ibu kota dan sejumlah provinsi di Iran utara. Pemadaman itu dikaitkan dengan gempuran AS dan Israel yang disebut meruntuhkan menara listrik tegangan tinggi di Alborz serta merusak gardu induk di wilayah Dowshan Tappeh, sehingga memutus aliran listrik di sejumlah distrik di Teheran dan Karaj.

Konflik bersenjata AS-Israel versus Iran yang pecah sejak 28 Februari 2026 dilaporkan telah menelan ribuan korban. Mengutip Katadata, hingga akhir Maret 2026 tercatat lebih dari 3.200 orang tewas dan puluhan ribu lainnya luka-luka. Korban jiwa terbanyak dilaporkan jatuh di Iran, disusul Lebanon dan Israel, seiring meluasnya palagan ke negara-negara tetangga.