Klaim Kemenaker Mulai Salurkan BSU Rp 600.000 Disebut Hoaks, Warga Diminta Waspada Tautan Palsu

Klaim Kemenaker Mulai Salurkan BSU Rp 600.000 Disebut Hoaks, Warga Diminta Waspada Tautan Palsu

Informasi yang mengklaim Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah mulai menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 600.000 beredar di media sosial. Unggahan tersebut disertai tautan yang disebut sebagai laman untuk mengecek status pencairan BSU.

Namun, klaim itu dinyatakan tidak benar. Hasil penelusuran menyebut informasi tersebut merupakan hoaks, sementara tautan yang disertakan diduga menjadi modus pencurian data pribadi.

Narasi soal “BSU 2026 mulai cair” ditemukan beredar di Facebook pada Selasa (31/3/2026). Dalam unggahan itu, warganet diajak segera mengecek apakah namanya terdaftar sebagai penerima BSU, disertai syarat umum seperti WNI, pekerja aktif, dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Kemenaker menegaskan belum ada kebijakan terkait penyaluran BSU pada 2026. Kepala Biro Humas Kemenaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menyatakan hingga saat ini belum ada informasi apa pun mengenai BSU tahun 2026. “Jika ke depan terdapat kebijakan baru, Kemenaker akan menyampaikannya secara terbuka melalui kanal resmi,” kata Faried, dikutip dari laman Kemenaker, 7 Januari 2026.

Faried juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap informasi palsu yang mengatasnamakan BSU 2026, terutama unggahan yang memuat tautan pendaftaran tidak resmi dan berpotensi penipuan.

Adapun tautan yang beredar dengan klaim untuk mengecek pencairan BSU mengarah ke laman yang meminta pengunjung mengisi nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Permintaan data tersebut dinilai berisiko dan dapat mengarah pada praktik phishing atau pencurian data pribadi.

Dengan demikian, klaim bahwa Kemenaker telah menyalurkan BSU Rp 600.000 pada Maret 2026 adalah hoaks. Masyarakat diminta berhati-hati dan hanya merujuk pada informasi yang disampaikan melalui kanal resmi Kemenaker.