Sebuah video beredar di media sosial disertai narasi, “Geger. Prabowo deklarasikan perang lawan Israel! PBB Mendadak riuh Indonesia gabung kubu Iran.” Klaim tersebut menyiratkan adanya pernyataan resmi Indonesia yang siap berperang melawan Israel demi membela Iran.
Hasil penelusuran menunjukkan narasi itu tidak sesuai dengan isi video. Rekaman yang beredar bukan pernyataan Prabowo Subianto, melainkan pidato Duta Besar Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Umar Hadi dalam sidang Dewan Keamanan yang membahas situasi Timur Tengah.
Video Umar Hadi tersebut pernah ditayangkan Kompas TV pada 3 April 2026. Pernyataannya juga tercantum di laman PBB dalam Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB pada Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam pidatonya, Umar Hadi mengecam serangan terhadap pasukan UNIFIL yang menewaskan tiga prajurit TNI, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon, serta menyebabkan delapan personel lainnya terluka. Umar mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh dan mengadili pelaku. Ia juga menilai serangan militer Israel melanggar hukum internasional. Namun, Umar tidak pernah menyatakan Indonesia akan memerangi Israel atau bergabung dengan kubu Iran.
Dalam video yang sama, terdapat cuplikan kendaraan taktis PBB pada detik ke-47. Bagian ini diketahui berasal dari unggahan akun X Kompas.com pada 30 Maret 2026 yang memuat pernyataan Kementerian Luar Negeri terkait serangan ke Lebanon Selatan pada akhir Maret.
Sementara itu, foto Prabowo yang tampak berbicara di podium Istana Negara pada menit ke-1:27 juga tidak berkaitan dengan klaim soal deklarasi perang. Berdasarkan rujukan dari saluran YouTube Prabowo Subianto, momen tersebut merupakan pengumuman agar perusahaan transportasi daring memberikan Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi dan kurir. Kebijakan itu dikaitkan dengan kondisi sebelumnya, ketika pengemudi aplikasi tidak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) karena berstatus mitra, bukan karyawan. Prabowo menyampaikan agar mereka memperoleh tunjangan berdasarkan keaktifan kinerja masing-masing.
Adapun sikap resmi Indonesia setelah tewasnya tiga prajurit di Libanon adalah mengecam serangan tersebut. Prabowo menyebut insiden itu sebagai tindakan yang merusak perdamaian dunia. Dalam pernyataan yang diunggah di akun Instagram Prabowo pada Sabtu, 4 April 2026, ia menyampaikan duka atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Libanon.
Meski demikian, baik Prabowo maupun Umar Hadi tidak menyebut Israel sebagai pelaku serangan terhadap pasukan UNIFIL dalam pernyataan yang dirujuk. Pemerintah Indonesia juga tidak pernah menyatakan akan bergabung dengan Iran untuk memerangi Israel.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Prabowo mendeklarasikan Indonesia bergabung dengan Iran untuk melawan Israel dinyatakan menyesatkan karena tidak didukung oleh isi video maupun pernyataan resmi yang ada.

