Kabar yang menyebut Ratchaburi FC didiskualifikasi dari ajang ACL2 musim 2025/2026 dan Persib Bandung otomatis melaju hingga final ramai beredar di media sosial. Narasi yang viral itu juga mengeklaim adanya sidang luar biasa di Zurich dan Kuala Lumpur, serta menyebut Presiden FIFA turun tangan karena dugaan manipulasi VAR dalam laga melawan Persib.
Namun, informasi tersebut tidak didukung keputusan administratif yang valid. Dalam dokumen resmi kompetisi, nama Ratchaburi FC masih tercatat sah sebagai tim yang melaju ke fase berikutnya.
Secara hasil pertandingan, Persib memang menang 1-0 pada leg kedua di kandang. Meski demikian, kemenangan itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan setelah Persib tertinggal pada pertemuan pertama. Dengan agregat akhir 3-1, Ratchaburi FC berhak melangkah ke babak perempat final sesuai regulasi.
Isu diskualifikasi ini diduga muncul dari spekulasi suporter terkait sejumlah keputusan wasit dan penggunaan VAR yang dinilai kontroversial. Meski begitu, dalam ketentuan kompetisi AFC, kesalahan interpretasi wasit atau VAR tidak otomatis membuat sebuah klub didiskualifikasi.
Pedoman kompetisi menegaskan bahwa perubahan hasil pertandingan hanya dapat dilakukan bila ada pelanggaran administratif berat, seperti penggunaan pemain ilegal atau manipulasi dokumen, yang terbukti secara hukum.
Dengan demikian, klaim bahwa Ratchaburi FC dihukum diskualifikasi dan Persib mendapat tiket otomatis ke babak berikutnya hingga final tidak sesuai dengan catatan resmi kompetisi dan tidak memiliki dasar keputusan yang dapat diverifikasi.

