Sebuah unggahan di Facebook menyebut “superflu” sudah masuk ke Indonesia dan diklaim lebih berbahaya dibanding COVID-19. Unggahan itu memuat narasi: “Virus Super Flu Sudah Masuk Ke Indonesia dan Katanya Lebih berbahaya dari COVID 19”.
Menanggapi klaim tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa “superflu” merujuk pada influenza A (H3N2) subclade K yang sudah ada sejak lama. Menurutnya, karakter virus tersebut seperti flu biasa dan tidak mematikan seperti COVID-19 atau tuberkulosis (TBC).
“Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2,” kata Budi.
Budi juga menerangkan bahwa influenza dapat menyerang kembali sebagaimana flu pada umumnya. Ia menyebut kasus influenza biasanya meningkat pada musim dingin di negara empat musim, sementara di Indonesia peningkatannya cenderung tidak setinggi itu.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menjaga kesehatan dengan beristirahat cukup, berolahraga rutin, serta menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah tertular.

