Klaim Trump Dilengserkan DPR AS karena Perang Iran Disebut Hoaks

Klaim Trump Dilengserkan DPR AS karena Perang Iran Disebut Hoaks

Konflik Iran yang telah berlangsung lebih dari sebulan turut memicu gelombang misinformasi di media sosial. Setelah sebelumnya beredar rumor kematian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang kemudian dinyatakan hoaks, kini muncul klaim baru yang menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah dilengserkan oleh DPR AS (House of Representatives) karena memulai perang tanpa persetujuan legislatif.

Klaim tersebut beredar melalui unggahan di Instagram yang ditonton lebih dari 200.000 kali. Narasi itu juga dikaitkan dengan demonstrasi bertajuk “No Kings” yang disebut-sebut diikuti 8 juta orang di berbagai wilayah AS.

Namun, informasi pelengseran Trump tidak memiliki dasar yang dapat diverifikasi. Klaim itu diketahui bermula dari sebuah akun parodi di platform X pada 29 Maret 2026. Akun tersebut menyatakan pemakzulan Trump telah “terkonfirmasi” dengan peluang 73% dan mengaitkannya dengan “kegagalan kesepakatan dengan Iran dan jatuhnya pasar saham”.

Faktanya, negosiasi gencatan senjata antara Teheran dan Washington yang dimediasi Pakistan masih berlangsung. Hingga berita ini disusun, tidak ada laporan resmi yang mengonfirmasi pemakzulan Trump terkait konflik Timur Tengah, dan tidak ada usulan pemakzulan yang diajukan, dipungut suara, maupun disahkan oleh DPR AS.

Dalam isu kewenangan perang, DPR AS memang beberapa kali melakukan pemungutan suara untuk menegakkan The War Powers Resolution of 1973, undang-undang federal yang membatasi kewenangan presiden mengerahkan pasukan tanpa persetujuan Kongres. Meski demikian, upaya untuk menghentikan agresi tersebut berulang kali gagal.

Pada Selasa, 24 Maret 2026, fraksi Republik di Senat untuk ketiga kalinya sejak Trump memulai konfrontasi melawan Iran memblokir upaya Demokrat untuk mengakhiri serangan sebelum ada otorisasi resmi dari DPR AS. Dengan perbandingan suara 53 berbanding 47, Senat menolak resolusi yang akan memaksa Presiden menarik pasukan AS dari wilayah konflik Iran.

Indikasi bahwa Trump masih menjalankan tugas kepresidenan juga terlihat dari pernyataan juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, yang menyebut Trump dijadwalkan menyampaikan pidato nasional terkait perkembangan perang Iran pada Rabu malam, 1 April 2026.

Dengan demikian, klaim bahwa Donald Trump telah dilengserkan oleh DPR AS karena perang Iran dinyatakan hoaks. Narasi tersebut bersumber dari akun parodi dan tidak didukung fakta hukum di Kongres maupun perkembangan aktivitas kenegaraan Presiden AS.