Klaim Video Invasi Darat AS dan Israel ke Iran di Media Sosial Tidak Terverifikasi

Klaim Video Invasi Darat AS dan Israel ke Iran di Media Sosial Tidak Terverifikasi

Sebuah video yang beredar di media sosial pada pekan kedua April 2026 diklaim memperlihatkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan invasi darat ke wilayah Iran. Dalam rekaman itu, tampak konvoi kendaraan taktis melaju di jalanan kota yang terlihat lengang.

Narasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada Kamis (9/4/2026) dengan keterangan yang menyebut sebagian pasukan AS dan Israel memasuki kota di Iran yang disebut telah hancur akibat pemboman pesawat siluman B2.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim itu keliru dan perlu diluruskan. Video yang beredar tidak ditemukan dalam pemberitaan media kredibel mana pun.

Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan teknik reverse image search, tetapi tidak menemukan rujukan visual yang dapat menguatkan klaim bahwa rekaman itu terkait invasi darat AS dan Israel ke Iran.

Menurut penelusuran tersebut, hingga saat ini belum ada laporan terverifikasi mengenai invasi darat skala penuh ke Iran oleh pasukan AS maupun Israel. Konflik yang terjadi disebut lebih berpusat pada serangan udara yang menargetkan infrastruktur strategis.

Meski ribuan Marinir AS dilaporkan telah tiba di wilayah tersebut, belum ada konfirmasi bahwa pasukan darat menduduki wilayah Iran hingga gencatan senjata dicapai.

Dalam laporan yang dikutip dari Al Jazeera, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu yang ditandatangani pada Rabu (8/4/2026). AS disebut setuju menangguhkan pemboman Iran selama dua minggu, sementara Iran akan menghentikan “operasi pertahanan” jika serangan dihentikan dan membuka Selat Hormuz.

Dengan demikian, klaim video yang menyebut AS dan Israel telah melakukan invasi darat ke Iran tidak didukung bukti yang dapat diverifikasi, serta tidak sejalan dengan informasi yang tersedia dalam laporan-laporan kredibel.